MONITORSULUT——Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan bersama Inspektorat Jenderal melakukan kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata, Jawa Barat, Rabu (20/08/25).
Kunjungan ini menjadi bagian dari pemantauan keandalan sistem ketenagalistrikan sekaligus pengawasan tata kelola proyek energi terbarukan.
Inspektur I Itjen Kementerian ESDM, Qatro Romandhi, menegaskan bahwa pengawasan PLTS Terapung Cirata selaras dengan mandat Asta Cita Presiden RI terkait penguatan ketahanan energi.
“Kunjungan ini adalah bagian dari fungsi pengawasan tata kelola pengusahaan ketenagalistrikan yang baik, termasuk pembelajaran dan dukungan pada model bisnis, teknologi, serta operasional pembangkit energi terbarukan on-grid di Indonesia,” ujarnya.
Qatro menambahkan, PLTS Terapung Cirata dengan kapasitas 192 MWp merupakan ikon transisi energi nasional. “Dengan melihat langsung, kami bisa membuktikan dan mendapatkan gambaran bahwa PLTS ini adalah pembangkit listrik ramah lingkungan yang terintegrasi dengan sistem kelistrikan nasional,” jelasnya.
President Director PT Pembangkitan Jawa-Bali Masdar Solar Energy (PMSE), Dimas Kaharudin, menyebut PLTS Cirata yang beroperasi sejak 2023 membuktikan kemampuan Indonesia dalam mengembangkan energi terbarukan skala besar dengan tetap menjaga keandalan sistem.
“PLTS ini mampu menghasilkan listrik sekitar 250–300 GWh per tahun dan mengurangi emisi karbon hingga 214.000 ton CO2 per tahun. Keunggulan lain proyek ini adalah memanfaatkan waduk buatan sehingga tidak mengganggu lahan produktif, sekaligus memberikan kombinasi optimal dengan PLTA Cirata yang sudah ada,” katanya.
Meski begitu, Dimas mengungkapkan masih ada tantangan yang dihadapi, seperti keberadaan keramba jaring apung yang melebihi daya dukung waduk, wabah gulma air, hingga potensi gas H2S dari sisa pakan ikan yang dapat merusak peralatan pembangkit maupun struktur bendungan.
Kementerian ESDM menekankan perlunya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar keberlanjutan PLTS Terapung Cirata tetap terjaga. Dalam kunjungan ini turut hadir Koordinator Humas dan Layanan Informasi Publik Ditjen Ketenagalistrikan, Pandu Satria Jati, bersama inspektur ketenagalistrikan dan tim terkait












