MONITORSULUT,MANADO — Tim Emergency Medical Team (EMT) dari RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado menuntaskan misi kemanusiaan dalam penanganan korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh.
Tim yang terdiri dari lima tenaga kesehatan itu bertugas sejak 27 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 di wilayah terdampak bencana. Setibanya di Banda Aceh, tim langsung melapor ke Health Emergency Operational Center (HEOC) Aceh sebelum diterjunkan ke daerah terdampak.
Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, tim yang dipimpin Rico S. H. Sondakh kemudian ditugaskan ke Kabupaten Bireuen, tepatnya di UPTF Puskesmas Peusangan, salah satu wilayah yang terdampak cukup berat akibat banjir bandang dan longsor.
Selama enam hari penugasan, tim memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di posko kesehatan Gampong Raya Dagang dan Gampong Pantee Lhong.
Selain pelayanan medis bagi masyarakat terdampak, tim juga membantu penguatan sumber daya manusia di fasilitas kesehatan setempat serta mendukung kebutuhan logistik obat-obatan.
Sebagai bentuk dukungan lanjutan, RSUP Kandou juga menyerahkan sejumlah peralatan kesehatan untuk menunjang operasional pelayanan di Puskesmas Peusangan.
Bantuan tersebut di antaranya satu unit komputer PC All In One, printer, tensimeter digital, alat pemeriksaan gula darah, pulse oximeter, termometer digital, timbangan badan, serta alat pengukur tinggi badan.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian tugas kemanusiaan, tim EMT kembali ke Manado dan melaporkan hasil penugasan kepada Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS,.
Dirut RSUP Kandou menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian tim yang telah memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, keterlibatan tenaga kesehatan RSUP Kandou dalam misi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung penanganan krisis kesehatan di berbagai daerah di Indonesia.
(Yulia)













