Siap Jadi Motor Ekonomi Desa Mandiri, Kemenkop Perkuat Pembiayaan Kopdes Merah Putih

MONITORSULUT,BANDUNG — Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai penggerak utama ekonomi desa melalui penguatan akses pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha koperasi.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan desa mandiri sekaligus mendukung visi Indonesia Emas melalui implementasi Asta Cita.

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih harus mampu menjadi ekosistem ekonomi yang sehat, berkelanjutan, dan memiliki daya saing kuat.

“Saya harapkan forum ini juga dapat dimanfaatkan sebagai jejaring untuk saling belajar dari pengalaman para pelaku koperasi yang telah mengakses berbagai skema pembiayaan. Bertukar informasi, berdiskusi, dan menjadi sarana membangun jejaring usaha,” ujar Destry dalam Seminar Skema Akses Pembiayaan pada Arsitektur Keuangan Koperasi di Bandung, Selasa (5/5).

Seminar tersebut diikuti lebih dari 80 peserta dan menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pendalaman terkait akses pembiayaan koperasi, mulai dari strategi memperoleh pembiayaan, kebutuhan modal usaha, hingga pola pengembalian pinjaman yang sehat dan terukur.

Menurut Destry, peserta juga dibekali pemahaman untuk mengenali potensi lokal desa yang dapat diolah menjadi produk bernilai tambah melalui koperasi desa. Potensi tersebut kemudian diarahkan agar mampu mengakses berbagai sumber pembiayaan, baik dari modal sendiri, lembaga perbankan, Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB), LPDB Koperasi, hingga skema modal penyertaan.

“Kami ingin potensi desa diolah menjadi kekuatan ekonomi baru dalam ekosistem Kopdes Merah Putih demi kesejahteraan bersama,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa LPDB Koperasi saat ini telah membuka program inkubator koperasi yang bisa dimanfaatkan koperasi eksisting maupun Kopdes Merah Putih untuk memperkuat kapasitas usaha dan tata kelola bisnis.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Tatang Suryana, menyampaikan perkembangan signifikan pembentukan Kopdes Merah Putih di wilayahnya.

Hingga kini, tercatat sebanyak 5.957 Kopdes Merah Putih telah terbentuk di Jawa Barat dengan 684 gerai telah terbangun sepenuhnya.

Dalam sesi diskusi, Ketua Kopdes Merah Putih Cileunyi Wetan, Dedi Nurendi, membagikan kisah sukses koperasi yang dipimpinnya.

Pada 2025, koperasi tersebut berhasil membukukan omzet mencapai Rp6,08 miliar dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp92 juta.

Capaian itu diraih berkat dukungan modal penyertaan awal senilai Rp2 miliar dari KSP Citra Mandiri Jawa Barat dengan skema bagi hasil 60 persen untuk KDMP dan 40 persen untuk KSP Citra Mandiri Jabar.

“Bagi kami tentunya ini tidak mudah. Kami merupakan penggabungan dari koperasi sebelumnya. Ini hasil dari program inkubasi di Kabupaten Bandung,” ungkap Dedi.

Seminar menghadirkan tiga narasumber utama yakni Prof. Dr. Ida Hindarsah, S.Sos., Wakil Dekan III FISIP Universitas Pasundan, Dr. Suwandi S. Sarjo, pakar koperasi dan UMKM, serta dipandu moderator Agung Irianto dari Tim Mentor Program Magang Nasional Kopdes Merah Putih.

Dari forum tersebut, mengemuka pesan penting bahwa Kopdes Merah Putih harus dibangun sebagai entitas bisnis profesional dengan tata kelola yang sehat, model bisnis yang jelas, serta produk bernilai tambah agar mampu menjadi koperasi yang bankable dan layak mengakses berbagai skema pembiayaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM dan Talenta, Kepala Biro Umum dan Keuangan Kementerian Koperasi, serta Direktur Utama LPDB Koperasi.

(yulia**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *