MONITORSULUT,MANADO—-Akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) kembali menjadi perhatian di Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT). Kampus tersebut mulai memperkuat evaluasi pengelolaan Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) agar manfaatnya benar-benar menjangkau mahasiswa yang membutuhkan.
Hal itu dibahas dalam pertemuan antara pimpinan UNSRAT dan Tim Inspektorat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Senin (13/4/2026).
Rektor Oktovian Berty Alexander Sompie menyebut Program ADik menjadi salah satu instrumen penting pemerintah dalam membuka kesempatan kuliah bagi putra-putri terbaik dari wilayah 3T maupun kelompok masyarakat yang memerlukan afirmasi pendidikan.
Menurutnya, program tersebut bukan hanya soal bantuan biaya pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan pemerataan kesempatan belajar di perguruan tinggi.
“Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam rangka memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri terbaik dari wilayah 3T,” ujar Sompie.
Dalam pertemuan itu, UNSRAT juga membuka ruang evaluasi terhadap tata kelola program agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran dan memberi dampak lebih besar bagi mahasiswa penerima manfaat.
Rektor berharap melalui pendampingan dan evaluasi dari Tim Inspektorat Kemendiktisaintek, kampus dapat memperoleh rekomendasi konkret untuk meningkatkan kualitas pengelolaan program ADik ke depan.
Menurutnya, penguatan pengawasan dan perbaikan sistem menjadi penting agar tujuan utama program, yakni pemerataan akses pendidikan tinggi, benar-benar dapat tercapai secara optimal.
Pertemuan tersebut sekaligus menegaskan peran perguruan tinggi sebagai salah satu pintu penting dalam memperluas kesempatan pendidikan bagi generasi muda dari kawasan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas.













