Hengky Honandar Serukan Damai dan Persatuan di Parade Harmoni Kebudayaan Nusantara Bitung

Bitung4 Dilihat

Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, SE.

MONITORSULUT, BITUNG — Semangat persatuan dan toleransi mewarnai peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Kota Bitung. Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, hadir langsung membacakan Deklarasi Damai dalam kegiatan yang diselenggarakan Satrol Kodaeral dan dirangkaikan dengan Parade Kebudayaan Nusantara, Rabu (20/5/2026), di Lapangan Kantor Wali Kota Bitung.

Mengusung tema “Harmoni Kebudayaan Nusantara”, kegiatan tersebut menjadi simbol kuat komitmen bersama dalam menjaga keberagaman, toleransi, serta keharmonisan masyarakat di Kota Bitung yang dikenal majemuk dan penuh semangat persaudaraan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, Ketua Panitia yang juga Dansatrol Koarmada VIII Marvill Marvel Frits, Ketua TP-PKK Kota Bitung Ellen Honandar Sondakh, Kapolres Bitung Albert Zai, Dandim 1310/Bitung Dewa Made DJ, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga ratusan peserta parade budaya dan masyarakat Kota Bitung.

Parade Budaya Nusantara berlangsung meriah dengan rute dimulai dari Markas Satrol Kodaeral Bitung dan berakhir di Kantor Wali Kota Bitung. Beragam atraksi budaya dari berbagai daerah di Nusantara tampil memukau, memperlihatkan semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bitung.

Dalam pembacaan Deklarasi Damai, Hengky Honandar menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan yang ada.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan membangun daerah yang kita cintai ini,” tegas Hengky di hadapan Forkopimda dan seluruh tamu undangan.

Deklarasi tersebut juga menekankan pentingnya menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog, musyawarah, dan jalur hukum yang bermartabat. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat diajak menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

Nuansa kebangsaan semakin terasa ketika Wali Kota Bitung menyerukan pentingnya memperkuat toleransi antarumat beragama serta solidaritas sosial sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat yang harmonis.

Menurut Hengky, menjaga kedamaian bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan aparat keamanan, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda hingga masyarakat umum.

Momentum Harkitnas 2026 juga dijadikan refleksi untuk memperkuat semangat kebangkitan nasional di tengah tantangan sosial dan derasnya arus informasi digital. Pemerintah Kota Bitung menilai stabilitas sosial dan persatuan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan daerah.

Menutup deklarasi damai tersebut, Hengky Honandar mengajak seluruh masyarakat menjadikan perdamaian sebagai kekuatan bersama demi masa depan Kota Bitung yang lebih harmonis dan sejahtera.

“Damai adalah kekuatan. Persatuan adalah harapan. Dan Kota Bitung adalah rumah kita bersama,” tutup Hengky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *