MONITORSULUT,MANADO ——-Universitas Sam Ratulangi kembali menjadi ruang bertemunya dunia akademik dan industri melalui kuliah umum yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Selasa (12/5/2026), di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sam Ratulangi.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian menuju Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI itu menghadirkan Calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029, Reynaldo Bryan, sebagai pembicara utama. Di hadapan ratusan mahasiswa, ia mendorong generasi muda untuk tidak hanya fokus mengejar gelar akademik, tetapi juga mulai membangun pola pikir kewirausahaan sejak di bangku kuliah.
Mengusung tema “Dari Bangku Mahasiswa, Hidupkan Semangat Entrepreneur dan Leadership Menuju Indonesia Emas 2045”, kuliah umum tersebut berlangsung interaktif. Mahasiswa diajak memahami tantangan dunia usaha, peluang ekonomi kreatif, hingga pentingnya keberanian mengambil risiko di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.
Dalam pemaparannya, Reynaldo Bryan menegaskan bahwa kampus memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi baru pelaku usaha nasional. Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak anak muda yang mampu menciptakan lapangan kerja, bukan sekadar menjadi pencari kerja.
Ia juga mengungkapkan alasan memilih Unsrat sebagai titik pertama dari 12 kampus yang masuk dalam agenda kuliah umum nasional HIPMI. Menurutnya, semangat kewirausahaan dari kawasan timur Indonesia memiliki energi besar yang perlu terus didorong dan diberi ruang berkembang.
“Semangat entrepreneur tidak hanya lahir dari kota-kota besar di pusat Indonesia. Dari timur juga lahir anak-anak muda dengan ide dan keberanian besar untuk membangun usaha,” ujar Reynaldo di hadapan peserta kuliah umum.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktovian B.A. Sompie, M.Eng., IPU., ASEAN Eng. Dalam sambutannya, rektor menyampaikan apresiasi atas kehadiran HIPMI di lingkungan kampus Unsrat.
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha menjadi langkah penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan ekonomi masa depan. Ia menilai mahasiswa saat ini perlu dibekali bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas, kepemimpinan, dan keberanian berinovasi.
Rektor juga berharap kegiatan seperti ini mampu membuka wawasan mahasiswa untuk melihat dunia usaha sebagai peluang besar yang dapat dikembangkan sejak dini.
“Mahasiswa harus mulai membangun mental mandiri dan inovatif. Kampus tentu mendukung lahirnya generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan memberikan dampak bagi masyarakat,” kata Sompie.
Atmosfer kuliah umum berlangsung hangat dengan antusiasme mahasiswa yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar dunia bisnis, kepemimpinan, hingga tantangan membangun usaha di era digital.
Melalui kegiatan ini, HIPMI dan Unsrat menunjukkan komitmen bersama dalam menumbuhkan ekosistem kewirausahaan di kalangan generasi muda, sekaligus mendorong lahirnya calon-calon pengusaha baru dari Sulawesi Utara.













