MONITORSULUT,MANADO — Komitmen memperluas akses hunian layak dan pembiayaan inklusif bagi masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga yang digelar di Sulawesi Utara, Rabu (8/4/2026).
Bertempat di Graha Gubernuran Bumi Beringin, kegiatan ini menggabungkan sosialisasi dan closing Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, edukasi rumah subsidi, kampanye PNM Melawan Rentenir, serta peluncuran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.10 hingga 14.00 WITA ini turut menghadirkan sejumlah narasumber kunci dari pemerintah pusat, sektor perbankan, hingga lembaga pembiayaan, yang mempertegas sinergi dalam mendukung program perumahan rakyat.
Di antaranya, Zulfikar Arsyad selaku Pemimpin PNM Cabang Manado yang mendorong masyarakat untuk beralih ke pembiayaan resmi dan terbebas dari praktik rentenir. Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menegaskan pentingnya intervensi pemerintah dalam memastikan masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki hunian layak.
Dari sisi pembiayaan perumahan, Komisioner BP TAPERA Heru Pudyo Nugroho menyoroti peran strategis pengelolaan dana perumahan jangka panjang. Sedangkan perwakilan sektor perbankan dari BNI, yakni Faizal Isnaeni (Pemimpin Divisi Business Program), I Nyoman Astiawan (SVP BNI), serta Jodhy Aditya Wardana (Area Head I Wilayah II), menekankan kesiapan perbankan dalam mendukung pembiayaan rumah subsidi melalui skema yang lebih mudah diakses masyarakat.
Rangkaian program ini menjadi upaya konkret dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak sekaligus memperkuat literasi keuangan.
KUR Perumahan diharapkan menjadi solusi pembiayaan terjangkau, sementara BSPS hadir sebagai stimulus pembangunan rumah secara swadaya.
Di sisi lain, kampanye PNM Melawan Rentenir menjadi pengingat penting akan risiko pinjaman ilegal yang masih marak di tengah masyarakat. Edukasi ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat agar lebih bijak dalam mengakses pembiayaan.
(yulia)







