MONITORSULUT,MANADO — Tim dokter di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado berhasil melakukan operasi rekonstruksi penis (phalloplasty) terhadap dua pasien laki-laki yang sebelumnya menjalani pengangkatan total penis akibat kanker. Tindakan bedah tersebut dilakukan di Instalasi Bedah Sentral (IBS), Jumat (9/1/2026).
Operasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan layanan bedah urologi di Indonesia, karena prosedur rekonstruksi dilakukan secara komprehensif untuk mengembalikan fungsi organ sekaligus aspek psikologis pasien.
Tindakan bedah dilakukan pada dua pasien berinisial KT (50) dan SM (52) yang sebelumnya menjalani penektomi total akibat tumor penis.
Operasi dipimpin oleh dokter spesialis urologi Eko Arianto bersama tim Divisi Urologi RSUP Kandou, serta berkolaborasi dengan dokter dari RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung yakni Rahmad Mustafa dan Vicky Ferdian.
Menurut dr Eko, kedua pasien sebelumnya telah dipastikan bebas tumor setelah menjalani pemantauan medis selama dua tahun. Kondisi tersebut menjadi syarat penting sebelum dilakukan prosedur rekonstruksi.
“Secara onkologis pasien sudah dinyatakan sehat. Namun kehilangan organ genital tentu memberi dampak psikologis besar bagi pasien,” ujarnya.
Ia menjelaskan, prosedur phalloplasty dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah pembentukan batang penis menggunakan jaringan dari dinding perut. Enam bulan setelahnya dilakukan rekonstruksi uretra (uretroplasty) untuk mengembalikan fungsi berkemih.
Tahap selanjutnya adalah pemasangan implan penis berbahan titanium untuk menunjang fungsi ereksi. Selain fungsi medis, tim dokter juga memperhatikan aspek estetika melalui rekonstruksi kepala penis (glansplasty) menggunakan jaringan mukosa dari rongga mulut agar tampilan organ mendekati bentuk anatomis.
Melalui tahapan tersebut, diharapkan pasien dapat kembali menjalankan dua fungsi utama organ, yakni fungsi berkemih dan fungsi seksual.
Menurut dr Eko, teknik dasar operasi tersebut sebenarnya telah dikenal dalam dunia medis, namun kombinasi dan modifikasi prosedur yang dilakukan dalam tindakan ini menjadi hal baru di Indonesia.
“Fondasi pembentukan batang penis merupakan tindakan pertama kali dilakukan di Indonesia, sementara modifikasi teknik pada salah satu pasien juga menjadi yang pertama di kawasan Indonesia Timur,” jelasnya.
Keberhasilan tindakan ini mendapat apresiasi dari manajemen RSUP Kandou. Sejumlah pejabat rumah sakit turut hadir dalam persiapan operasi, termasuk Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang Wega Sukanto bersama jajaran tenaga medis lainnya.
(Yulia)







