Si Jago Merah Lahap Tiga Rumah di Sagerat Lama Bitung, Damkar Kerahkan Tiga Mobil Pemadam

Bitung3 Dilihat

Rumah warga dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Perum Sagerat Lama. Insiden tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar dan memicu kepanikan warga yang berada di lokasi kejadian.

MONITORSULUT, BITUNG — Kebakaran hebat melanda kawasan Perum Sagerat Lama, Kelurahan Sagerat Weru Satu, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Senin (1/6/2026) malam. Tiga unit rumah warga dilaporkan hangus dilahap si jago merah dalam peristiwa yang mengundang perhatian masyarakat sekitar.

Kobaran api yang membesar dalam waktu singkat membuat warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Asap tebal terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung, Rudi Ponamon, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Menurutnya, tiga unit rumah terdampak dalam insiden tersebut.

“Kami menerjunkan tiga armada pemadam kebakaran ke lokasi. Proses pemadaman juga mendapat bantuan dari mobil pemadam TNI AD serta mobil pengisian air milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Duasudara Kota Bitung,” ujar Ponamon.

Ia menambahkan, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

“Untuk penyebab kebakaran belum diketahui dan masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Matuari Fonda Femmy Orah menjelaskan salah satu rumah yang terbakar diketahui milik Jemy Tangkudung, seorang pensiunan pegawai Dinas Perizinan Kota Bitung. Data lengkap mengenai pemilik rumah lainnya serta total kerugian material masih dalam proses pendataan.

Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah mengingat besarnya kerusakan yang ditimbulkan.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pendinginan di lokasi guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Aparat terkait juga terus mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal, terutama pada malam hari ketika sebagian besar warga sedang beristirahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *