MONITORSULUT,MANADO — Seminar PTUV Polimdo ke-6 menjadi ruang penguatan kolaborasi vokasi-industri sekaligus dorongan membangun ekosistem kampus hijau yang berkelanjutan.
Pesan itu disampaikan Maryke saat membuka Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi atau PTUV ke-6, Jumat (12/6/2026).
Seminar tersebut mengangkat tema “Sinergi Pentahelix: Penguatan Kemitraan Vokasi-Industri dalam Mewujudkan Ekosistem Hijau yang Berkelanjutan.”
Dalam sambutannya, Maryke mengatakan perguruan tinggi dituntut untuk terus mengimplementasikan berbagai indikator yang menjadi ukuran kemajuan pendidikan tinggi.
Menurut dia, setiap persoalan yang muncul di lingkungan kampus harus dilihat sebagai bagian dari proses untuk terus bergerak dan memperbaiki diri.
“Kalau ada masalah, berarti kita masih hidup. Yang penting bagaimana kita terus mencari solusi dan memperkuat diri,” ujar Maryke.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk membiasakan diri mengikuti seminar dan kegiatan akademik lainnya.
Menurutnya, ruang-ruang ilmiah seperti seminar dapat membuka wawasan, memperluas relasi, sekaligus melahirkan ide yang bisa dikembangkan menjadi tulisan akademik maupun jurnal.
Maryke menegaskan, mahasiswa tidak cukup hanya hadir sebagai peserta. Setelah mengikuti seminar, mahasiswa diminta membuat laporan mengenai pengetahuan, gagasan, dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan.
“Biasakan diri ikut seminar. Dari situ mahasiswa bisa memperoleh ide-ide yang nantinya dapat dituangkan dalam jurnal,” katanya.
Selain menyoroti penguatan akademik dan kemitraan vokasi-industri, Maryke juga menekankan pentingnya membangun budaya kampus yang sehat dan berkelanjutan.
Ia mengingatkan seluruh civitas akademika Polimdo untuk mendukung gerakan kampus hijau, salah satunya dengan membiasakan penggunaan tumbler dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Dalam kesempatan itu, Maryke juga memberi perhatian terhadap kedisiplinan mahasiswa.
Ia menegaskan, penggunaan vape tidak dibenarkan di lingkungan kampus.
Mahasiswa yang melanggar akan dikenai sanksi, termasuk kemungkinan pencabutan bantuan Kartu Indonesia Pintar atau KIP bagi penerima manfaat.
Tidak hanya soal lingkungan, Maryke turut mengingatkan seluruh mahasiswa dan warga kampus agar tidak melakukan tindakan perundungan atau bullying.
Menurutnya, kampus hijau tidak hanya berbicara tentang lingkungan fisik, tetapi juga suasana belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
“Semua yang ada di Polimdo tidak diizinkan melakukan bullying. Kita ingin membangun ekosistem kampus yang hijau, sehat, dan saling mendukung,” tegasnya.
Melalui Seminar Nasional PTUV ke-6 ini, Polimdo berharap mahasiswa dan peserta dapat memperoleh ilmu pengetahuan, memperluas jejaring, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sinergi pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, industri, pemerintah, masyarakat, dan media dinilai penting untuk mendorong potensi politeknik agar semakin berkembang dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
