Resmikan Unit Hemodialisis, Gubernur Yulius Selvanus: Warga Bitung Berhak Mendapat Layanan Kesehatan Terbaik

Bitung12 Dilihat

Empat Mesin Hemodialisis Hadir di Bitung, Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Buka Akses Baru bagi Pasien Gagal Ginjal.

MONITORSULUT, Penantian panjang masyarakat Kota Bitung terhadap layanan cuci darah akhirnya berakhir. Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, meresmikan Unit Hemodialisis UPTD RSUD Manembo-nembo Tipe C Kota Bitung, Senin (6/7/2026), menandai babak baru pelayanan kesehatan bagi pasien gagal ginjal yang selama ini harus menempuh perjalanan ke luar daerah untuk mendapatkan terapi rutin.

Gubernur tiba di RSUD Manembo-nembo sekitar pukul 11.00 WITA didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Utara, Ny. Anik Yulius Selvanus. Kehadirannya disambut Wali Kota Bitung Hengky Honandar bersama Ketua TP-PKK Kota Bitung Ny. Ellen Honandar Sondakh, Wakil Wali Kota Randito Maringka, Direktur RSUD Manembo-nembo dr. Nicolas Chally Tirayoh, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara Dr. dr. Rima Fien Lolong, M.Kes.

Usai prosesi penyambutan, Gubernur meresmikan Unit Hemodialisis dan meninjau langsung berbagai fasilitas pelayanan di lingkungan RSUD Manembo-nembo. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan kesehatan sekaligus mengurangi beban pasien yang selama bertahun-tahun harus menjalani pengobatan ke Manado atau daerah lain.

Dalam sambutannya, Yulius Selvanus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk terus memperkuat layanan kesehatan di seluruh daerah. Setelah sebelumnya menyerahkan dua unit ambulans kepada Kota Bitung, kali ini pemerintah provinsi menghadirkan empat mesin hemodialisis sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat.

“Kalau pertama saya datang membawa hadiah dua ambulans, hari ini saya membawa empat mesin hemodialisis,” ujar Gubernur.

Meski demikian, ia mengakui fasilitas yang tersedia saat ini masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasien. Berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 180 warga Kota Bitung membutuhkan layanan cuci darah secara rutin.

“Kalau satu hari baru bisa melayani delapan pasien, tentu ini belum seimbang dengan kebutuhan. Alatnya masih harus ditambah,” katanya.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan terus mendorong penambahan sarana dan prasarana kesehatan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, mudah dijangkau, dan berkualitas.

“Kita akan bantu dorong supaya pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tegasnya.

Yulius menekankan bahwa pelayanan kesehatan merupakan wajah kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Menurutnya, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan medis, tetapi juga oleh kecepatan pelayanan, kemudahan akses, mutu layanan, serta sikap humanis para tenaga kesehatan.

“Pasien harus cepat dilayani, fasilitas harus dekat dengan masyarakat, dan kualitas pelayanannya harus bermutu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh rumah sakit agar membangun kolaborasi, bukan persaingan, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal.

“Rumah sakit jangan menjadi pesaing. Kalau satu rumah sakit belum memiliki layanan tertentu, rumah sakit lain harus membantu. Prinsipnya saling mendukung demi masyarakat,” tandas Gubernur.

Sementara itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menyebut beroperasinya Unit Hemodialisis RSUD Manembo-nembo sebagai lompatan besar dalam sejarah pelayanan kesehatan di Kota Bitung. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan jawaban atas harapan masyarakat yang telah lama menantikan layanan cuci darah hadir di kota sendiri.

Hengky menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menjadi energi besar bagi Pemerintah Kota Bitung untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan hadirnya unit hemodialisis, RSUD Manembo-nembo semakin memperkuat perannya sebagai rumah sakit rujukan yang mampu menghadirkan layanan spesialistik bagi masyarakat.

“Mulai hari ini, warga Bitung tidak lagi identik dengan perjalanan panjang ke luar daerah hanya untuk menjalani cuci darah. Pelayanan yang selama ini dinanti akhirnya hadir di kota sendiri. Ini adalah bukti nyata kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kota Bitung dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Hengky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *