Ratusan Warga Terdampak Gempa Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Bupati Thungari Turun Langsung ke Lapangan

Sangihe14 Dilihat

MONITORSULUT,Sangihe- Komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam menangani dampak gempa bumi di Kecamatan Marore terus ditunjukkan melalui berbagai langkah nyata. Selain menyalurkan bantuan logistik, pemerintah daerah juga menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak di Kampung Kawio, Kampung Marore, dan Kampung Matutuang.

Menariknya, pelayanan kesehatan tersebut turut dipantau langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, yang bersama jajaran pemerintah daerah turun ke lokasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Koordinator Tim Kesehatan Pemkab Sangihe, dr. Dessy Handayani Jonhar, mengungkapkan bahwa sejak pelayanan kesehatan dibuka, sedikitnya 150 warga telah mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan secara gratis.

“Jumlah pasien yang sudah kami layani sekitar 150 orang dari tiga kampung terdampak. Pelayanan masih berlangsung sehingga jumlahnya masih bisa bertambah,” kata Jonhar saat ditemui di Lapangan GMIST Jemaat Nazareth Matutuang, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, warga yang datang memanfaatkan layanan kesehatan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa hingga lanjut usia. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan di tengah masa pemulihan pascagempa.

Ia menjelaskan, pola pasien yang datang berobat berbeda di setiap wilayah. Di Kampung Kawio, mayoritas pasien merupakan orang dewasa, sementara di Kampung Marore jumlah pasien anak-anak dan dewasa relatif berimbang.

Sementara itu, pada pelayanan di Kampung Matutuang, tim kesehatan menemukan beberapa bayi yang membutuhkan pemeriksaan medis.

“Di Matutuang ada empat bayi yang diperiksa. Selain itu ada juga anak-anak dan orang dewasa yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan, tim medis menemukan sejumlah keluhan yang banyak dialami masyarakat. Gangguan lambung, pusing, dan sakit kepala menjadi keluhan yang paling dominan.

Menurut Jonhar, kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh perubahan pola makan serta tekanan psikologis yang masih dirasakan warga setelah bencana terjadi.

“Keluhan terbanyak adalah gangguan asam lambung. Kemungkinan disebabkan pola makan yang berubah pascabencana. Selain itu, banyak warga mengalami pusing dan sakit kepala yang diduga berkaitan dengan stres akibat gempa,” jelasnya.

Selain pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga terus menyalurkan bantuan darurat berupa sembako, terpal, tikar, kasur, dan obat-obatan guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat.

Melalui pelayanan kesehatan dan distribusi bantuan yang dilakukan secara berkelanjutan, pemerintah daerah berharap proses pemulihan masyarakat terdampak gempa dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga di tengah situasi pascabencana. (Moy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *