Program Strategis Pemprov Sulut Mulai Terasa, Ekonomi Tumbuh 5,66 Persen

berita terbaru, Sulut866 Dilihat

MONITORSULUT,MANADO ——-Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar mendengar, tetapi menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat dengan kerja nyata yang terukur.

Masukan publik, termasuk yang disampaikan melalui media sosial, dinilai sebagai energi penting dalam mengawal arah pembangunan daerah.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE bersama Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH, berbagai program prioritas kini memasuki tahap eksekusi yang konsisten dan berkelanjutan.

Pemerintah memastikan, setiap janji pembangunan bergerak dalam koridor yang jelas dengan indikator capaian yang terukur.

Orientasi pembangunan tetap difokuskan pada kesejahteraan rakyat. Hasilnya mulai terlihat. Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Sulut mencatat pertumbuhan impresif sebesar 5,66 persen (c-to-c), dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp204,75 triliun.

Di sektor infrastruktur, Pemprov melalui Dinas PUPR terus mempercepat perbaikan jalan provinsi, terutama pada jalur logistik dan akses ekonomi masyarakat. Pemeliharaan rutin hingga rekonstruksi di titik terdampak cuaca ekstrem tengah berjalan bertahap.

Upaya ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan Sulut sebagai hub logistik internasional di kawasan timur Indonesia, dengan konektivitas udara, laut, dan darat yang terintegrasi.

Sementara itu, penguatan sumber daya manusia dan transformasi ekonomi menunjukkan tren positif. Investasi tumbuh 9,97 persen, membuka ribuan lapangan kerja baru, terutama di sektor pariwisata dan industri pengolahan. Program pendidikan vokasi juga terus didorong, termasuk pengiriman ratusan alumni SMK dan mahasiswa magang ke Jepang.

Di sisi lain, pembangunan SMA Taruna Nusantara di Langowan serta rencana pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Negeri Manado menjadi langkah strategis peningkatan kualitas SDM lokal.

Perhatian terhadap sektor pertanian dan kelautan juga kian nyata. Nilai Tukar Petani (NTP) Sulut pada Februari 2026 tercatat naik menjadi 128,50, mencerminkan peningkatan kesejahteraan petani. Pemerintah menyalurkan alat mesin pertanian modern untuk mendukung produktivitas, sekaligus mengoptimalkan 2.000 hektare lahan padi. Di sektor kelautan, penguatan armada tangkap dan pembangunan cold storage mendorong ekspor perikanan langsung ke pasar internasional, dengan lonjakan ekspor mencapai 28,42 persen.

Pada layanan dasar, Pemprov Sulut menegaskan tidak ada kompromi. Akses kesehatan dan pendidikan hingga wilayah kepulauan terus diperkuat. Sulut bahkan meraih UHC Award 2026 sebagai bentuk keberhasilan menghadirkan jaminan kesehatan semesta.

Layanan kesehatan diperluas melalui kapal klinik di wilayah Sangihe-Talaud, ambulans pelosok, hingga pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu di RSUP Kandouw. Di sektor pendidikan, revitalisasi fasilitas sekolah dan penyaluran ribuan beasiswa dilakukan untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah.

Di tengah tekanan global, pemerintah juga menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Gerakan Pangan Murah digelar di 190 titik di seluruh kabupaten/kota. Selain itu, kehadiran listrik 24 jam di enam pulau terluar pada 2025 menjadi bukti konkret pemerataan pembangunan dan keadilan energi.

Pemprov Sulut menegaskan, seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan pembangunan tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan semangat mapalus dan gotong royong, pemerintah optimistis momentum pertumbuhan positif ini dapat terus dijaga dan diperkuat.

(Yulia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *