PLN Bidik 96 Lokasi Listrik Desa di Sulut, Sasar 3.143 Calon Pelanggan pada 2026

MANADO, MONITORSULUT – PLN Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Sulawesi Utara menyiapkan perluasan Program Listrik Desa (Lisdes) di 96 lokasi pada 2026.

Program tersebut ditargetkan melayani 3.143 calon pelanggan baru, terutama di wilayah kepulauan dan daerah yang aksesnya masih terbatas, hal ini disampaikan oleh Heru Kleitanto Wardono Manager unit pelaksana proyek ketenagalistrikan Sulawesi Utara,dalam acara Media Gathering PLN UID Suluttenggo, Selasa(30/06) di Aula Maesa Kantor PLN UID Suluttenggo, yang di hadiri oleh General Manager PLN UID Suluttenggo,Usman Bangun,Senior Manager Keuangan, komunikasi dan umum Dandung Hariwibowo, Manager Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan, Ronggur Leonard Simanjuntak dan Senior Manager Niaga & Manajemen Pelanggan, Bonifatius I G Wardhana.

Menurut Heru Kleitanto Wardono
Rencana pembangunan mencakup perluasan jaringan listrik di 82 lokasi melalui program APBN 2026 Tahap I, serta pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS terintegrasi jaringan di 14 lokasi pada Tahap II.

“Untuk Tahap I, PLN merencanakan pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 26,34 kilometer, jaringan tegangan rendah sepanjang 76,49 kilometer, serta gardu distribusi berkapasitas 1.500 kVA”, katanya.

Sementara pada Tahap II, kata Heru, PLN menyiapkan pembangunan PLTS dengan kapasitas sekitar 1.670,9 kWp di 14 lokasi.

“Program ini akan didukung jaringan tegangan menengah sepanjang 8,67 kilometer, jaringan tegangan rendah 45 kilometer, serta gardu berkapasitas 950 kVA” Ungkap Heru.

Program Listrik Desa Sulawesi Utara per 30 Juni 2026 mencatat, rasio elektrifikasi total di Sulut telah mencapai 99,99 persen.

Namun, rasio elektrifikasi pelanggan PLN masih berada pada angka 99,41 persen.

Dari 1.839 desa dan kelurahan di Sulawesi Utara, sebanyak 1.831 telah teraliri listrik PLN.

Masih terdapat delapan desa yang masuk dalam porsi pekerjaan PLN, tersebar di Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Delapan desa tersebut yakni Laingpatehi dan Pumpente di Sitaro, serta Kahakitang, Dalako Bembanehe, Taleko Batusaiki, Beeng, Para, dan Para I di Sangihe”, katanya.

Khusus Desa Pumpente dan Laingpatehi, PLN mencatat kedua wilayah tersebut terdampak kondisi kahar atau force majeure dan masih dalam proses penghapusan administrasi, sehingga rasio desa berlistrik PLN belum dapat mencapai 100 persen.

Sebelumnya, melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2025, PLN telah menyelesaikan program listrik desa di 28 lokasi di Sulawesi Utara. Pekerjaan itu meliputi pembangunan jaringan tegangan menengah sepanjang 10,27 kilometer, jaringan tegangan rendah 23,85 kilometer, serta gardu distribusi berkapasitas 800 kVA.

Program tersebut telah menjangkau 663 calon pelanggan di sejumlah wilayah, termasuk Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Sangihe.

Dalam pelaksanaannya, PLN masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain lokasi pekerjaan yang berada di kawasan konservasi, hutan lindung, serta hutan produksi.

Selain itu, izin penggunaan lahan warga, penebangan pohon untuk kebutuhan jalur jaringan, hingga medan kepulauan menjadi faktor yang dapat memengaruhi progres pekerjaan.

Sejumlah lokasi program Lisdes juga masuk kawasan konservasi dan hutan lindung, seperti Mantehage dan Manado Tua di kawasan Taman Nasional Bunaken, serta sejumlah desa di Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, dan Minahasa Selatan.

PLN menilai dukungan pemerintah daerah, aparat desa, tokoh masyarakat, serta instansi terkait dibutuhkan untuk mempercepat proses perizinan kawasan, penyelesaian hak lintas jaringan atau right of way (ROW), hingga penyiapan lahan bagi pembangunan PLTS komunal.

Target penyelesaian pembangunan Lisdes Tahap I direncanakan berlangsung bertahap hingga Desember 2026.

Sejumlah lokasi dijadwalkan rampung mulai Oktober, November, hingga Desember, dengan sebagian pekerjaan berada di wilayah kepulauan dan kawasan yang membutuhkan penanganan khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *