MONITORSULUT,BITUNG – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus menunjukkan bahwa peningkatan pelayanan kesehatan bukan sekadar program di atas kertas. Berbagai langkah nyata dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh layanan medis yang lebih cepat, lebih dekat, dan didukung fasilitas yang semakin memadai.
Komitmen tersebut kembali terlihat saat Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, meresmikan Unit Pelayanan Hemodialisis di UPTD Rumah Sakit Manembo-Nembo (RSMN) Bitung, Senin (6/7/2026). Didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus, peresmian itu menjadi bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Kota Bitung dan daerah sekitarnya.

Keberadaan unit hemodialisis tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, kebutuhan layanan cuci darah di RSMN terus meningkat, sementara jumlah pasien yang menunggu pelayanan mencapai sekitar 180 orang. Kondisi itu menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulut sehingga dilakukan penambahan empat unit mesin hemodialisis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus mengurangi antrean pasien.
Langkah tersebut melanjutkan dukungan yang sebelumnya telah diberikan melalui bantuan dua unit ambulans operasional. Artinya, penguatan layanan kesehatan di Bitung dilakukan secara bertahap, mulai dari penunjang transportasi medis hingga penyediaan fasilitas pelayanan yang lebih lengkap.
Bagi Gubernur Yulius, keberhasilan pembangunan sektor kesehatan tidak hanya diukur dari berdirinya gedung atau bertambahnya alat kesehatan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
Karena itu, ia menegaskan seluruh fasilitas kesehatan di Sulawesi Utara harus berorientasi pada tiga prinsip utama, yakni pelayanan yang cepat, mudah dijangkau, dan memiliki mutu yang baik.
“Kita ingin pelayanan kesehatan memiliki tiga prinsip utama, yaitu cepat, dekat, dan bermutu. Cepat supaya masyarakat tidak menunggu terlalu lama. Dekat agar pelayanan mudah dijangkau dan biaya mobilitas warga bisa ditekan. Serta bermutu, sehingga seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali memperoleh standar layanan medis terbaik,” tegas Gubernur.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga memberikan perhatian terhadap pengembangan layanan kesehatan di Kota Bitung. Menurutnya, dengan jumlah penduduk yang terus bertambah dan posisi Bitung sebagai salah satu kota strategis di Sulawesi Utara, peningkatan status RSUD Kota Bitung dari Tipe D menjadi Tipe C sudah menjadi kebutuhan.
Pemerintah Provinsi Sulut pun menyatakan siap mendampingi Pemerintah Kota Bitung dalam proses pengusulan peningkatan status rumah sakit tersebut kepada Kementerian Kesehatan RI. Harapannya, kapasitas pelayanan kesehatan dapat semakin besar sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan ke daerah lain.
Komitmen membangun sektor kesehatan juga berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat Sulawesi Utara. Data pembangunan menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut kini berada pada angka 76, sementara Angka Harapan Hidup mencapai 74,44 tahun, tertinggi di Pulau Sulawesi. Capaian tersebut bahkan mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat melalui pemberian insentif fiskal kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Namun, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada wilayah perkotaan. Dengan karakter Sulawesi Utara sebagai provinsi kepulauan yang memiliki ratusan pulau, Pemprov Sulut juga terus memperkuat layanan kesehatan bergerak agar masyarakat di daerah terpencil tetap memperoleh pelayanan yang setara.
Melalui penguatan fasilitas rumah sakit, peningkatan kapasitas layanan, serta pemerataan akses kesehatan hingga wilayah kepulauan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berupaya memastikan bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Dari Bitung, komitmen itu kembali ditegaskan: pelayanan kesehatan harus hadir lebih dekat, lebih cepat, dan semakin berkualitas bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

