Pelabuhan Matutuang Direvitalisasi, Akses Transportasi Laut Warga Kepulauan Kian Ditingkatkan

Sangihe8 Dilihat

MONITORSULUT,Sangihe- Upaya pemerintah meningkatkan kualitas transportasi laut di wilayah perbatasan terus berlanjut. Rehabilitasi Pelabuhan Laut Matutuang kini telah mencapai progres sekitar 47 persen dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tahuna, Meifrid Palenewen, mengatakan proyek senilai lebih dari Rp60 miliar itu tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik pelabuhan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi laut.

Menurutnya, rehabilitasi meliputi perbaikan dermaga, lapangan penumpukan, terminal penumpang, gudang, hingga pemasangan lampu penerangan di seluruh kawasan pelabuhan. Dengan berbagai pembenahan tersebut, Pelabuhan Laut Matutuang diharapkan menjadi lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik.

“Pelaksanaan pekerjaan saat ini berjalan sesuai spesifikasi teknis dan memperhatikan kajian lingkungan. Jika ada hal yang perlu dievaluasi, akan segera dilakukan perbaikan karena proyek masih dalam tahap pelaksanaan,” kata Meifrid saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/7/2026).

Selain di Matutuang, rehabilitasi juga berlangsung di Pelabuhan Laut Tahuna. Untuk pekerjaan penggantian (replacement) fasilitas dermaga, progres pembangunan telah mencapai sekitar 61 persen. Segmen pertama ditargetkan selesai pada pekan pertama Oktober 2026.

Meifrid berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama dalam mendukung mobilitas orang dan barang di wilayah kepulauan.

Ia menambahkan, meski belum ada agenda rehabilitasi pelabuhan pada tahun depan, pihaknya akan mengusulkan agar Pelabuhan Laut Lipang menjadi prioritas pembangunan dalam dua tahun mendatang.

Peningkatan infrastruktur pelabuhan dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antarpulau, meningkatkan kelancaran arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dengan selesainya proyek-proyek tersebut, pelayanan transportasi laut diharapkan semakin optimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kepulauan. (Moy)