MONITORSULUT,JAKARTA — Bakti Olahraga Djarum Foundation kembali memperluas jangkauan pencarian talenta bulutangkis muda nasional melalui Audisi Umum PB Djarum 2026.
Tak lagi terpusat di Kudus, ajang pencarian bibit atlet kali ini menyasar tiga wilayah sekaligus, yakni Pekanbaru, Makassar, dan Kudus, sebagai upaya menjaring lebih banyak calon pebulutangkis potensial dari berbagai daerah di Indonesia.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin mengatakan, langkah ekspansi ke luar Pulau Jawa dilakukan untuk membuka akses yang lebih luas bagi atlet-atlet muda di daerah, terutama dari Sumatra dan Sulawesi yang dinilai memiliki potensi besar.
“Selama beberapa tahun terakhir audisi dipusatkan di Kudus. Tahun ini kami kembali memperluas jangkauan agar semakin banyak talenta muda bisa terpantau. Kami ingin menemukan mutiara-mutiara baru yang mungkin selama ini belum mendapatkan kesempatan,” ujar Yoppy dalam keterangan resmi, Selasa (6/5).
Rangkaian Audisi Umum PB Djarum 2026 akan dimulai di Pekanbaru, Riau pada 7–12 Juli di GOR Angkasa. Selanjutnya audisi berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan pada 4–9 Agustus di GOR Dafest, sebelum berakhir di Kudus, Jawa Tengah pada 8–13 September di GOR Djarum.
Audisi tahun ini membuka kesempatan bagi kelompok usia U-11 hingga KU 12, baik putra maupun putri. Peserta yang dapat mengikuti seleksi yakni atlet kelahiran 2014 hingga 2018.
Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Sigit Budiarto menegaskan proses seleksi tetap dilakukan secara ketat untuk mendapatkan atlet dengan kualitas unggul, baik dari sisi teknik maupun mental bertanding.
“Kami mencari pemain yang punya kualitas teknik, karakter bermain, dan mental juara. Kombinasi itu penting untuk membentuk atlet yang mampu bersaing di level tertinggi,” katanya.
Proses pencarian bakat tahun ini juga diperkuat sejumlah nama besar bulutangkis Indonesia. Hendrawan yang kini menjadi Technical Advisor Men’s & Women’s Singles PB Djarum ikut terlibat langsung dalam pemantauan peserta. Ia menilai perluasan lokasi audisi menjadi peluang besar bagi atlet daerah yang sebelumnya kesulitan menjangkau Kudus.
Menurut Hendrawan, perubahan format pertandingan BWF menjadi 15 poin x 3 game mulai 2027 juga membuat kebutuhan atlet dengan teknik matang dan permainan cepat semakin penting.
“Penguasaan teknik, footwork, kontrol lapangan, hingga fighting spirit menjadi aspek utama yang kami lihat, terutama untuk sektor putri,” ujarnya.
Sementara Koordinator Atlet Putra, Leonard Holvy de Pauw, menilai karakter atlet dari luar Jawa memiliki keunggulan tersendiri, terutama dari segi kekuatan fisik dan daya juang.
“Kami mencari pemain dengan basic kuat, agresif, cerdas membaca permainan, dan punya endurance tinggi. Karakter pemain dari Sumatra dan Sulawesi umumnya memiliki strength dan fighting spirit yang bagus,” kata Holvy.
Lulusan Audisi Umum PB Djarum 2018 asal Pekanbaru, Jolin Angelia, juga mengajak para atlet muda memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai batu loncatan menuju level nasional.
“Ini bukan sekadar seleksi, tapi kesempatan membuktikan kemampuan. Yang penting tetap konsisten latihan dan percaya diri,” ujarnya.
Seleksi audisi diawali dengan tahap screening menggunakan sistem gugur satu game hingga 21 poin tanpa deuce. Peserta terbaik nantinya akan menjalani masa karantina selama empat minggu sebelum diumumkan sebagai penerima Djarum Beasiswa Bulutangkis dan resmi bergabung bersama PB Djarum.
Pendaftaran Audisi Umum PB Djarum 2026 telah dibuka secara daring sejak 6 April hingga 1 September 2026 melalui situs resmi PB Djarum.https://pbdjarum.org/klub/beasiswa-bulutangkis













