Menkop Dorong Merek Kolektif Jadi Agunan Kredit, UMKM Lokal Disiapkan Masuk Gerai Koperasi Desa Merah Putih

MONITORSULUT,JAKARTA — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong agar merek kolektif milik pelaku UMKM dapat diakui sebagai aset intelektual bernilai ekonomi yang bisa dijadikan jaminan kredit perbankan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar nasional.

Hal itu disampaikan Menkop saat menghadiri peluncuran buku dan talkshow bertajuk “Penguatan Koperasi Merah Putih Melalui Produk Lokal Berbasis Merek Kolektif” karya Dewi Tenty Septi Artiany di Jakarta, Kamis (30/4).

Dalam sambutannya, Ferry Juliantono mengapresiasi buku tersebut sebagai panduan strategis bagi penguatan gerakan koperasi dan kebangkitan ekonomi kerakyatan di tengah upaya pemerintah memperkuat sektor UMKM dan koperasi.

Menurutnya, konsep merek kolektif bukan hanya menjadi instrumen perlindungan produk lokal, tetapi juga dapat menjadi kekayaan intelektual yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Merek kolektif ini harus menjadi modal kekayaan intelektual yang bisa diajukan ke bank sebagai jaminan kucuran kredit. Kami sedang memperjuangkan hal ini bersama Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum agar bisa diakomodasi oleh perbankan nasional,” ujar Ferry.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DK LPS Anggito Abimanyu dan Anggota DPR RI Bambang Soesatyo.

Pada kesempatan itu, Menkop juga memaparkan perkembangan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang disebutnya terus bergerak masif di berbagai daerah. Hingga saat ini, sekitar 30 ribu unit bangunan beserta gerai dan fasilitas penunjang tengah dibangun, dengan sekitar 6 ribu unit telah rampung dan siap beroperasi.

Ferry menjelaskan, KDKMP akan menjalankan lima fungsi utama dalam memperkuat ekonomi desa dan memutus rantai ketertinggalan masyarakat. Fungsi tersebut meliputi distribusi barang bersubsidi seperti gas, pupuk, beras, dan minyak goreng; penyerap hasil pertanian, perikanan, serta produk UMKM lokal,hingga memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran.

Selain itu, koperasi desa juga diproyeksikan menjadi alternatif pembiayaan produktif untuk melindungi masyarakat dari jeratan rentenir dan pinjaman online ilegal. Di sisi lain, KDKMP akan dikembangkan sebagai pusat logistik dan pergudangan yang dilengkapi fasilitas pascaproduksi seperti pengering gabah dan cold storage guna menjaga kualitas komoditas desa.

Tak hanya berfokus pada sektor ekonomi, pemerintah juga menyiapkan layanan klinik desa dan apotek di kawasan koperasi untuk memperluas akses kesehatan masyarakat.

Menutup sambutannya, Menkop memberikan jaminan kepada para pelaku UMKM bahwa produk-produk lokal hasil binaan akan diprioritaskan masuk ke gerai Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia.

“Jangan takut tidak laku. Kami akan memastikan produk UMKM lokal diprioritaskan di gerai koperasi desa di seluruh Indonesia. Pemerintah akan mendampingi, memfasilitasi, hingga membiayai produksinya agar kita berdaulat secara ekonomi,” tegasnya.

(Yulia**)