LMS 2026 Dorong Media Lokal Kembangkan Kekayaan Intelektual dan Ekosistem Kreatif

JAKARTA  – Media lokal didorong untuk tidak hanya mengandalkan produksi dan distribusi berita, tetapi juga mengembangkan kekayaan intelektual, membangun komunitas, serta menciptakan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Local Media Summit (LMS) 2026 yang diselenggarakan International Media Support (IMS) dari Denmark bersama Suara.com di Manhattan Hotel Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Dalam sesi konferensi bertajuk Reinventing Media as Creative Industry, Direktur Media dan Community Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Robby Firliandoko, memaparkan pentingnya penciptaan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Menurutnya, media memiliki peluang untuk mengembangkan potensi daerah menjadi produk kreatif dengan membangun kemitraan bersama komunitas lokal.

Dalam pendekatan tersebut, komunitas tidak hanya menjadi sumber informasi dan narasumber berita, tetapi juga mitra untuk menggali, mengembangkan, serta mengolah potensi lokal menjadi karya yang memiliki nilai tambah.

Pendekatan ini membuka peluang bagi media untuk memperluas aktivitas bisnisnya tanpa meninggalkan kedekatan dengan masyarakat yang selama ini menjadi bagian penting dari kekuatan media lokal.

Sementara itu, VP Marketing Toffin Indonesia, Ario Fajar, memaparkan perjalanan bisnis Toffin yang berkembang bersama ekosistem industri makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).

Perusahaan tersebut telah melakukan ekspansi ke Vietnam dan memiliki rencana pengembangan pasar ke Malaysia serta Pakistan. Perjalanan itu menjadi contoh bagaimana perusahaan dapat bertumbuh dengan membaca perkembangan pasar dan membangun ekosistem yang mendukung kebutuhan industri.

Pembahasan mengenai transformasi media juga berkaitan dengan strategi penguatan ekosistem dan keberlanjutan bisnis. Dalam sesi Beyond Brand: Penguatan Ekosistem Media & Strategi Keberlanjutan, Nurdiana Darus dari PT Unilever Indonesia Tbk dan Dimasz Joey dari Mad Haus Group membahas inovasi serta pengembangan model bisnis agar industri media dan hiburan tetap relevan di tengah persaingan.

Di sisi lain, hubungan antara media dan komunitas juga menjadi perhatian dalam sesi Beyond Audience: Dari Pembaca Menuju Komunitas dan Ekosistem yang Cuan.

Penanggung Jawab Pantau Iklim Zona Utara, Ronny Buol, bersama Project Manager Green Zetizen Kaltim Today, Alisa Deliana, membahas berbagai inisiatif masyarakat yang mendorong perubahan positif, termasuk kesadaran lingkungan.

Inisiatif yang disoroti antara lain pelatihan untuk mengolah lahan bekas tambang menjadi lokasi pertanian serta mendorong anak muda menghasilkan tayangan bertema literasi lingkungan hidup.

Rangkaian diskusi tersebut menunjukkan bahwa media memiliki ruang untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan komunitas sekaligus mengembangkan konten dan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

CEO dan Editor-in-Chief Suara.com, Suwarjono, mengatakan LMS merupakan agenda berkelanjutan yang telah dimulai sejak 2022. Kegiatan ini dirancang untuk mendukung perkembangan media lokal melalui workshop, pelatihan, coaching, hingga konferensi.

Suara.com juga membangun jaringan yang melibatkan 837 media lokal dan news creator dari Aceh hingga Papua. Pengembangan tersebut dilanjutkan melalui berbagai agenda regional untuk memperkuat kapasitas media di daerah.

LMS 2026 berlangsung pada 22–23 Oktober 2026 di Jakarta dengan menghadirkan pelaku media, industri kreatif, platform digital, dan berbagai sektor bisnis.

Melalui forum ini, media lokal didorong melihat potensi yang lebih luas: bukan hanya sebagai penerbit berita, melainkan sebagai bagian dari ekosistem kreatif yang mampu mengembangkan potensi daerah, membangun komunitas, dan menciptakan sumber pendapatan baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *