MONITORSULUT,JAKARTA — Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan pengembangan koperasi yang sudah berjalan tetap menjadi perhatian utama pemerintah meski saat ini tengah fokus mengakselerasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan usaha, penguatan sumber daya manusia hingga akses pembiayaan murah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Penegasan itu disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Induk Koperasi Angkatan Udara (Inkopau) di Aula Balai Prajurit Graha Bimasakti TNI AU Triloka, Jakarta, Rabu (6/5).
Menurut Ferry, pemerintah tidak hanya menjalankan agenda strategis nasional pembentukan 83 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, tetapi juga terus memperkuat koperasi-koperasi yang telah lebih dulu tumbuh dan berkembang di berbagai sektor.
“Selain menjalankan program prioritas nasional, Kemenkop tetap membina koperasi yang sudah eksis, termasuk Inkopau,” ujar Ferry.
Dalam kesempatan itu, Ferry menilai Inkopau memiliki kapasitas besar untuk menjadi mitra pengembangan koperasi nasional, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas SDM pada program KDKMP.
Penilaian tersebut didasarkan pada capaian kinerja Inkopau sepanjang tahun buku 2025 yang dinilai positif.
Kemenkop, lanjut Ferry, juga membuka peluang dukungan lebih luas terhadap pengembangan usaha Inkopau, termasuk mendorong penyesuaian regulasi agar koperasi memiliki ruang lebih besar dalam optimalisasi aset dan ekspansi usaha.
Ia turut mengapresiasi konsistensi pengurus Inkopau yang tetap aktif mengembangkan koperasi di tengah tugas menjaga pertahanan negara. Menurutnya, keterlibatan TNI AU menjadi contoh bahwa koperasi mampu berkembang lebih modern dan profesional.
“Presiden ingin sistem ekonomi kembali pada semangat konstitusi dan koperasi menjadi badan usaha yang paling relevan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Inkopau Marsekal Pertama TNI AR. Panca Putra mengungkapkan dukungan Kemenkop menjadi motivasi penting bagi penguatan usaha koperasi di lingkungan TNI AU. Hingga akhir 2025, Inkopau mencatatkan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp33,5 miliar atau mencapai 110 persen dari target awal.
Menghadapi 2026, Inkopau menargetkan SHU sebesar Rp23 miliar dengan sejumlah rencana ekspansi usaha baru, mulai dari sektor olahraga, restoran, waralaba hingga agro usaha.
“Kami optimistis target SHU tahun 2026 bisa tercapai bahkan melampaui target,” ujar Panca.
Aspers Kasau Marsekal Muda TNI Yosta Riza menambahkan, koperasi harus terus diperkuat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan prajurit.
Ia menilai capaian SHU Inkopau menjadi indikator kerja keras pengurus dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus pelayanan kepada anggota.
Menurutnya, pengelolaan koperasi ke depan harus semakin inovatif, profesional dan akuntabel agar mampu menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang.
“RAT ini harus memperkuat koperasi bukan hanya sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai lembaga pembinaan kesejahteraan TNI AU,” tandasnya.
(Yulia)













