MONITORSULUT,MANADO, – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menegaskan komitmennya mempercepat penguatan ekonomi dan keuangan syariah daerah pada puncak Festival Halal, Inklusif dan Hijau Ramadhan (HIJRAH) Sulut Fest 2026 di Atrium Megamall Manado, Sabtu (28/02)
Di hadapan perwakilan Pemerintah Provinsi Sulut, OJK, Kementerian Agama, MUI, BWI, BAZNAS, perbankan hingga pelaku UMKM, Joko menyampaikan Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dunia ekonomi syariah berdasarkan SGIE Report 2025. Posisi tersebut naik dibanding 2023 dan menjadi momentum untuk terus berbenah.
“Sulawesi Utara harus ambil bagian dalam mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia 2029,” tegasnya.
Ia menjelaskan, BI mengusung tiga pilar pengembangan ekonomi syariah bertajuk IKLAS, Industri, Keuangan dan Literasi Syariah.
Implementasinya di Sulut diwujudkan melalui sembilan program dalam HIJRAH Fest 2026 yang berlangsung 18 Februari hingga 15 Maret 2026.
Mulai dari fasilitasi sertifikasi halal UMKM, pelatihan Juru Sembelih Halal (JULEHA), digitalisasi wakaf, business matching pembiayaan UMKM, edukasi QRIS dan Cinta Bangga Paham Rupiah, hingga program penukaran uang SERAMBI.
Hingga 26 Februari 2026, layanan SERAMBI mencatat 2.963 penukar dengan total Rp12,73 miliar. Selain itu, BI Sulut juga menyalurkan 275 paket sembako bekerja sama dengan BAZNAS.
Menurut Joko, HIJRAH Fest bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, tetapi gerakan kolektif membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.
(Yulia)












