Gubernur Yulius Sampaikan Bahwa Daya Saing Sulut Tak Bisa Diukur dari Satu Indikator

MONITORSULUT,MANADO — Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. menegaskan bahwa kekuatan dan daya saing suatu daerah tidak bisa diukur hanya dari satu indikator.

Menurut Yulius, penilaian harus dilakukan secara menyeluruh dengan melihat berbagai faktor, mulai dari kualitas sumber daya manusia (SDM), pengalaman, kemampuan ekonomi, pendidikan dan pelatihan hingga kualitas kepemimpinan.

Hal itu disampaikan Gubernur Yulius dalam coffee morning bersama insan pers yang digelar di Graha Bumi Beringin, Manado, Rabu (26/8/2026).

Dalam penjelasannya, Gubernur Yulius menggunakan perbandingan dalam konteks pertahanan untuk menggambarkan bagaimana sebuah kekuatan harus dinilai secara menyeluruh.

Ia menyebut, ketika membandingkan daya tempur, salah satu aspek yang pertama dilihat adalah alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Namun, menurutnya, alutsista saja tidak cukup menjadi ukuran.

“Kalau dari alutsista sudah dilihat, maka dilihat lagi manusia ini, sumber daya manusia,” ujar Gubernur Yulius.

Menurutnya, kualitas manusia menjadi faktor penting karena kemampuan peralatan harus ditopang oleh sumber daya manusia yang memiliki kapasitas dan pengalaman.

Pengalaman dalam menjalankan tugas juga menjadi bagian yang perlu diperhitungkan dalam melihat kemampuan seseorang maupun sebuah organisasi.

Selain alutsista dan SDM, Yulius menempatkan kepemimpinan sebagai faktor penting lainnya.

Ia menilai kualitas seorang pemimpin ikut menentukan bagaimana seluruh potensi yang dimiliki dapat digunakan secara efektif.

“Yang terakhir adalah pemimpin,” katanya.

Dari analogi tersebut, Yulius kemudian mengaitkannya dengan pembangunan dan daya saing daerah. Ia menilai Sulawesi Utara juga harus melihat kekuatan daerah secara utuh, bukan hanya berdasarkan satu angka atau satu ukuran tertentu.

Menurutnya, pendidikan dan pelatihan merupakan bagian penting dalam membangun kualitas SDM.

Seseorang tidak cukup hanya dinilai dari status atau posisinya, tetapi juga perlu dilihat apakah memiliki pendidikan, kemampuan dan pelatihan yang sesuai.

Ia juga menyinggung pentingnya kemampuan ekonomi dalam memperkuat daya saing.

Bagi Gubernur Yulius, pembangunan daerah membutuhkan sumber daya manusia yang benar-benar siap bekerja dan memiliki kompetensi.

Karena itu, peningkatan kualitas SDM harus berjalan bersama dengan pendidikan dan pelatihan.

“Tidak dididik, tidak dilatih,” tegasnya saat menyoroti pentingnya pembentukan kualitas SDM.

Gubernur Yulius mengatakan, berbagai indikator tersebut pada akhirnya harus dilihat secara bersama-sama ketika pemerintah melakukan penilaian terhadap kinerja maupun kemajuan daerah.

Ia menilai pendekatan yang hanya menggunakan satu ukuran dapat memberikan gambaran yang tidak utuh.

Karena itu, menurut Gubernur Yulius, Sulawesi Utara perlu terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu bersaing lebih kuat dengan daerah lain.

Ia juga mengingatkan bahwa media memiliki peran dalam melihat dan menyampaikan perkembangan tersebut kepada masyarakat secara utuh, termasuk menyampaikan capaian maupun hal-hal yang masih membutuhkan perbaikan.

Menurut Gubernur Yulius Coffee morning ini sangat penting dilakukan karena menjadi ruang dialog langsung antara Gubernur Sulawesi Utara dan insan pers, termasuk membahas berbagai persoalan pembangunan serta bagaimana melihat kondisi daerah secara objektif dan berdasarkan fakta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *