MONITORSULUT, MANADO — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Manado menggelar Kegiatan Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), di ruang BKPSDM Pemkot Manado, Senin, 25 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah DP3A Manado untuk memperluas peran masyarakat dalam upaya pencegahan kekerasan dan perdagangan orang. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat didorong agar lebih aktif mengenali potensi kekerasan, memahami jalur pelaporan, serta ikut menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
Berbeda dengan kegiatan koordinasi lintas sektor, agenda ini lebih menitikberatkan pada penguatan kesadaran dan keterlibatan langsung masyarakat. DP3A Manado menilai pencegahan KtPA dan TPPO perlu dimulai dari lingkungan terdekat, baik keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun komunitas masyarakat.
Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3A Kota Manado, Linda Legoh, mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak serta TPPO.
“Pencegahan KtPA dan TPPO tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat. Masyarakat harus berani melapor apabila melihat, mengetahui, atau mengalami tindak kekerasan maupun indikasi perdagangan orang,” ujar Linda.
Ia menambahkan, pemberdayaan masyarakat menjadi bagian penting untuk membangun sistem perlindungan yang lebih kuat di tingkat lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin paham bahwa perlindungan perempuan dan anak harus dimulai dari kepedulian bersama. Semakin cepat masyarakat merespons, semakin besar peluang kita mencegah korban,” tambahnya.
DP3A Manado berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran publik sekaligus memperkuat peran masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan KtPA dan TPPO di Kota Manado.
dihadiri oleh komunitas hijabers sulut yang menjadi narsum Lutfi Alwi latar belakang pengacara dan densus 88.
