Cegah KtPA dan TPPO, Masyarakat Paniki Dua Didorong Lebih Peka Lindungi Perempuan dan Anak

berita terbaru, Manado7829 Dilihat

MONITORSULUT, MANADO — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Manado terus memperkuat upaya pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Penggerakan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka pencegahan KtPA dan TPPO yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Manado di GMIM Exodus Paniki Dua, Rabu, 23 April 2026.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat agar lebih memahami pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak, termasuk meningkatkan kepekaan terhadap berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, maupun potensi tindak perdagangan orang di lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado, Dra. Lenda N. Pelealu,menyampaikan bahwa pencegahan KtPA dan TPPO membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya pemerintah.

Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mengenali, mencegah, serta melaporkan apabila menemukan adanya indikasi kekerasan terhadap perempuan dan anak maupun praktik perdagangan orang.

“Perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kepedulian dan keberanian masyarakat untuk ikut mencegah, melapor, serta tidak membiarkan kekerasan terjadi di lingkungan sekitar,” ujar Kadis.

Dalam kegiatan tersebut, Kanit UPPA Polresta Manado turut hadir sebagai narasumber. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas KtPA dan TPPO, tetapi juga menyinggung persoalan perundungan atau bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan anak-anak dan remaja.

Pelealu menambahkan, edukasi kepada masyarakat perlu terus dilakukan agar pemahaman tentang perlindungan perempuan dan anak semakin kuat, terutama dalam membangun lingkungan keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat yang aman bagi anak.

DP3A Kota Manado berharap kegiatan ini mampu mendorong masyarakat Paniki Dua untuk lebih peka, peduli, dan aktif dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak serta TPPO.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *