Bupati Thungari Jadi Pembicara di Forum Keanekaragaman Hayati PBB, Bawa Suara Sangihe ke Dunia

Sangihe9 Dilihat

MONITORSULUT,Sangihe-  Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, mendapat kesempatan menjadi pembicara dalam United Nations Biodiversity Conference (CBD COP17) yang berlangsung di Yerevan, Armenia, pada Kamis (22/10/206).

Dalam forum internasional yang berlangsung 19-30 Oktober ini, Thungari membawa pengalaman dan aspirasi masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, khususnya terkait pengelolaan perikanan pesisir berbasis masyarakat serta upaya perlindungan keanekaragaman hayati laut.

Kegiatan ini melibatkan organisasi internasional Rare bersama Blue Ventures dan International Collective in Support of Fishworkers (ICSF). Forum tersebut menjadi ruang untuk membahas berbagai pendekatan dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus memperkuat peran masyarakat pesisir dalam pengelolaan sumber daya perikanan.

Kehadiran Thungari menjadi perhatian tersendiri karena ia disebut sebagai satu-satunya kepala daerah dari Indonesia yang diundang menjadi pembicara dalam forum tersebut.

Partisipasinya tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah, tetapi juga menyampaikan pengalaman Sangihe sebagai wilayah kepulauan yang memiliki ketergantungan erat terhadap sumber daya laut.

Keikutsertaan Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari dalam kegiatan ini difasilitasi dan dibiayai sepenuhnya oleh organisasi nonpemerintah internasional Rare. Dukungan tersebut diberikan dalam kaitannya dengan peran Thungari sebagai Coastal 500 Champion Indonesia, yang mendorong kepemimpinan lokal dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Upaya tersebut sejalan dengan keterlibatan Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam jejaring global Coastal 500. Pada Maret 2026, sebanyak 105 pemimpin pemerintahan lokal dari Sangihe disebut telah bergabung dalam jejaring tersebut, yang berkomitmen mendorong perlindungan dan pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam forum internasional ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga berpeluang memperluas jejaring kerja sama dengan organisasi nonpemerintah, lembaga donor, serta berbagai organisasi internasional.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka akses terhadap dukungan program, pendampingan teknis, dan peluang pembiayaan untuk pengembangan sektor kelautan, konservasi keanekaragaman hayati, serta peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa menjaga kelestarian laut merupakan bagian penting dalam mempertahankan sumber kehidupan masyarakat Sangihe.

Menurutnya, laut tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan identitas, budaya, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat di wilayah kepulauan.

Kehadiran Sangihe dalam forum CBD COP17 di Armenia diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan kemitraan internasional serta membuka peluang dukungan nyata bagi pembangunan daerah.

Dari wilayah perbatasan utara Indonesia, Sangihe berupaya memperluas perannya dalam mendorong pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir agar menjadi bagian dari perhatian dunia.(Moy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *