MONITORSULUT, MANADO — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Direct Call Bitung–China yang digelar di Ruang Tondano Kantor BI Sulut, Jumat (05/06).
Dalam sambutannya, Joko menyampaikan bahwa BI Sulut menyambut baik pelaksanaan FGD Direct Call Bitung–China.
Menurutnya, forum ini menjadi ruang penting untuk menyatukan pandangan dan masukan dari berbagai pihak dalam mendukung penguatan jalur perdagangan langsung dari Bitung ke China.
“Kami sangat menyambut baik pelaksanaan FGD ini. Kegiatan seperti ini sudah dilakukan beberapa kali dan cukup berhasil. Mudah-mudahan ada trial berikutnya, dan harapannya tidak hanya berhenti di trial saja,” ujar Joko.
Ia menjelaskan, pembahasan Direct Call Bitung–China tidak hanya berkaitan dengan jalur pelayaran, tetapi juga menyangkut kepentingan banyak sektor. Karena itu, keterlibatan pelaku usaha, pemerintah, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai sangat penting.
Menurut Joko, kehadiran pihak perbankan dalam FGD tersebut juga memiliki peran strategis. Perbankan diharapkan dapat memberikan dukungan pembiayaan bagi pelaku ekspor, sehingga rencana penguatan perdagangan langsung dapat berjalan lebih optimal.
“FGD ini sangat penting karena melibatkan berbagai kepentingan. Banyak masukan yang bisa diberikan terkait apa yang kita diskusikan, termasuk dari teman-teman perbankan yang berkaitan langsung dengan pembiayaan ekspor,” katanya.
Joko menambahkan, Direct Call Bitung–China diharapkan mampu meningkatkan efisiensi biaya transportasi, mempercepat distribusi barang, serta memperkuat daya saing komoditas unggulan Sulawesi Utara di pasar ekspor.
Dalam kegiatan tersebut, BI Sulut juga memaparkan perkembangan makroekonomi Sulawesi Utara.
Berdasarkan data yang ditampilkan, pertumbuhan ekonomi Sulut pada Triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,54 persen, melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,95 persen.
Sejumlah sektor seperti perdagangan, pertambangan, pertanian, pengolahan, konstruksi, dan transportasi juga menjadi bagian dari pembahasan, terutama dalam kaitannya dengan peluang peningkatan ekspor dan pembiayaan.
Melalui FGD ini, BI Sulut berharap Direct Call Bitung–China tidak sekadar menjadi uji coba, tetapi dapat berlanjut sebagai jalur perdagangan yang memberi dampak nyata bagi perekonomian Sulawesi Utara.
(Yulia)
