Joko Supratikto Sampaikan Bahwa Direct Call Bitung–China Bisa Jadi Penggerak Baru Ekonomi Sulut

MONITORSULUT, MANADO — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menyebut Direct Call Bitung–China berpotensi menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara.

Hal itu disampaikan Joko saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Direct Call Bitung–China di Ruang Tondano Kantor Bank Indonesia Sulut, Jumat (05/06).

Dalam pemaparannya, Joko menjelaskan bahwa Direct Call Bitung–China memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas perdagangan luar negeri. Jalur ini membuka peluang pengiriman langsung dari Pelabuhan Bitung menuju China.

Menurutnya, konektivitas langsung tersebut dapat menekan biaya dan waktu logistik. Dengan begitu, kegiatan ekspor dan impor dari Sulawesi Utara bisa berjalan lebih efisien.

“Direct Call Bitung–China berpotensi menjadi katalis pertumbuhan karena menyasar komponen penting dari sisi pengeluaran, yaitu investasi, ekspor luar negeri, dan impor luar negeri,” ujar Joko.

Ia mengatakan, pada Triwulan I 2026 ekonomi Sulut masih tumbuh positif. Beberapa sektor utama seperti pertanian, industri pengolahan, dan transportasi masih memiliki ruang untuk terus didorong.

Joko juga menilai, penguatan jalur perdagangan langsung dapat memberi dampak pada peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Apalagi, Pelabuhan Bitung memiliki posisi strategis sebagai pintu perdagangan Sulawesi Utara ke pasar luar negeri.

“Dengan Direct Call China, biaya dan waktu logistik turun, ekspor-impor lebih efisien, investasi meningkat, dan pertumbuhan ekonomi bisa naik,” katanya.

Ia berharap pembahasan dalam FGD tersebut tidak hanya berhenti pada tahap uji coba, tetapi dapat berlanjut menjadi langkah konkret dalam memperkuat perdagangan luar negeri Sulut.

Melalui forum ini, BI Sulut mendorong sinergi berbagai pihak agar Direct Call Bitung–China benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku usaha, sektor ekspor, dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara.