BI Sulut: Diversifikasi Pangan Bukan Sekadar Soal Gizi, Tapi Juga Penguatan Ekonomi Keluarga

MONITORSULUT,MANADO — Lomba Cipta Menu Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang digelar di Graha Gubernuran Sulawesi Utara tidak sekadar menjadi ajang kreativitas masyarakat dalam mengolah makanan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Joko Supratikto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga kestabilan harga pangan di Sulawesi Utara.

“Ini bukan sekadar lomba, tetapi merupakan kontribusi nyata terhadap ketahanan pasokan dan kestabilan harga di Sulawesi Utara,” ujar Joko dalam sambutannya.

Menurutnya, diversifikasi pangan juga membuka peluang ekonomi bagi keluarga. Pengolahan berbagai sumber pangan menjadi produk bernilai tambah dapat memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

“Memberikan nilai yang jauh lebih tinggi sehingga manfaatnya bukan hanya pada aspek gizi keluarga, tetapi meluas pada peningkatan pendapatan keluarga dan masyarakat,” katanya.

Joko menambahkan, upaya tersebut sejalan dengan langkah penguatan ketahanan pangan yang dilakukan melalui fasilitasi distribusi pangan, termasuk dalam menghadapi kelangkaan cabai yang terjadi di Sulawesi Utara.

Menurutnya, fasilitasi distribusi menjadi salah satu strategi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan membantu meredam tekanan harga. Namun, dari sisi yang lebih fundamental, diversifikasi pangan diperlukan agar masyarakat memiliki pilihan sumber pangan yang lebih beragam.

“Lomba cipta menu ini melengkapi strategi tadi dari sisi yang berbeda, tetapi lebih fundamental,” jelasnya.

Ia berharap pengembangan pangan beragam tidak berhenti pada kegiatan perlombaan, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan di tingkat keluarga sekaligus membuka peluang usaha berbasis pangan lokal.

Dengan demikian, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai tersedianya bahan pangan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu mengolah, mengonsumsi, dan menciptakan nilai ekonomi dari sumber pangan yang tersedia di daerah.