Benahi Sistem Tarif dan Pendapatan, RSUP Kandou Gelar Workshop Tata Kelola

MONITORSULUT,MANADO — Upaya memperkuat pengelolaan keuangan dan layanan rumah sakit dilakukan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado melalui workshop tata kelola tarif dan optimalisasi layanan yang digelar selama dua hari, 19–20 Januari 2026.

Kegiatan yang berlangsung di aula lantai dua rumah sakit tersebut dibuka langsung oleh Direktur Utama Starry H. Rampengan dan diikuti jajaran direksi, pejabat struktural, komite medik, manajer, kepala instalasi, hingga tim keuangan dan sumber daya manusia.

Ketua panitia pelaksana, Neni Ekawardani, dalam laporannya menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk memperkuat pemahaman manajemen rumah sakit mengenai sistem tarif, pengelolaan pendapatan, serta strategi optimalisasi layanan.

Menurutnya, peserta kegiatan berasal dari berbagai unit internal rumah sakit dengan dukungan materi dari tim pendamping dari RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung.
Sejumlah narasumber yang hadir berasal dari rumah sakit tersebut, di antaranya Direktur Utama Rachim Dinata Marsidi, Direktur Medik dan Penunjang Iwan Abdul Rachman, Asisten Tim Kerja Akuntansi Suryandrizal, serta Wakil Kepala Instalasi Sistem Informasi Rumah Sakit Bagus Yudha Gartono Putranto.

Diskusi kegiatan dimoderatori oleh Sekplin Sekeon.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, menekankan bahwa rumah sakit saat ini tidak hanya dituntut meningkatkan volume layanan, tetapi juga mampu mengelola pendapatan secara efektif serta menyusun struktur tarif yang rasional dan akuntabel.

“Tantangan tata kelola rumah sakit bukan hanya pada jumlah pelayanan, tetapi bagaimana mengelola pendapatan secara tepat tanpa mengabaikan mutu layanan dan keselamatan pasien,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan pengalaman RSHS Bandung yang dalam beberapa tahun terakhir mampu meningkatkan pendapatan rumah sakit secara signifikan, dari sekitar Rp850 miliar menjadi Rp1,3 triliun. Peningkatan tersebut, menurutnya, turut berdampak pada pengembangan teknologi pelayanan serta peningkatan kesejahteraan pegawai.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi RSUP Kandou dalam memperkuat sistem tata kelola rumah sakit, termasuk pengelolaan tarif, efisiensi layanan, serta perbaikan sistem remunerasi berbasis kinerja.

“Rumah sakit yang sehat secara finansial akan berdampak pada peningkatan mutu layanan dan kesejahteraan pegawai,” kata Prof Starry.

Workshop ini juga menjadi bagian dari langkah RSUP Kandou dalam menghadapi tantangan pengelolaan rumah sakit modern, sekaligus memperkuat sistem manajemen yang transparan dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat rumah sakit, di antaranya Direktur SDM Pendidikan dan Diklat Yune Laukati, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang Siagian, serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Ekwanto.

(Yulia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *