Akademisi Elektro Polimdo Bekali Mahasiswa Analisis SUTM 20 kV dan Penguatan Kompetensi Kerja

MONITORSULUT,MANADO – Akademisi Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Julianus Gesuri Daud yang akrab disapa Mener Nus, memberikan penguatan materi tentang kawat penghantar SUTM 20 kV kepada mahasiswa Kelas 4TL4 Program Studi D-IV Teknik Elektro, Selasa (24/2).

Materi tersebut difokuskan pada pemahaman teknis jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20 kiloVolt yang digunakan secara luas di berbagai wilayah Indonesia. Pembelajaran ini tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga analisis permasalahan yang kerap ditemui di lapangan.

“Mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan skill dan kompetensi mereka, sehingga dapat menganalisis serta menghadirkan solusi atas persoalan yang ditemukan di lapangan sebagai bentuk kontribusi keilmuan,” ujar Mener Nus.

Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya itu menegaskan, kompetensi merupakan unsur penting dalam dunia kerja.

Ia mengutip Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 045/U/2002 yang mendefinisikan kompetensi sebagai seperangkat tindakan cerdas dan bertanggung jawab yang menjadi syarat seseorang dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas di bidang tertentu.

Hal tersebut, lanjutnya, diperkuat dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang menjelaskan kompetensi kerja sebagai kemampuan individu yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai standar yang ditetapkan.
Ia juga merujuk pada pandangan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang menyebut kompetensi sebagai kemampuan kerja yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai standar yang dipersyaratkan.

Dalam pemaparannya, Mener Nus membedakan secara tegas antara skill dan kompetensi.

Skill, kata dia, merupakan kemampuan yang diperoleh melalui latihan dan pengalaman, seperti mengoperasikan perangkat elektronik, menggunakan aplikasi komputer, atau menyusun laporan teknis.

Sementara kompetensi lebih luas, karena mencakup kombinasi keterampilan, pengetahuan, perilaku, dan sikap profesional yang memungkinkan seseorang menjalankan tugas secara efektif dan efisien.

“Di dunia kerja, perusahaan tidak hanya mencari keterampilan teknis. Seorang teknisi, supervisor, atau kontraktor misalnya, selain harus menguasai praktik lapangan, juga dituntut mampu mengoperasikan komputer untuk pelaporan, melakukan simulasi perhitungan, hingga menyusun laporan pembiayaan menggunakan aplikasi seperti Excel,” jelasnya.

Menurutnya, materi yang diberikan saat ini menjadi bekal awal agar mahasiswa siap bersaing di dunia industri.

Pembelajaran dirancang agar lulusan mampu beradaptasi dengan kebutuhan perusahaan karena telah ditempa melalui praktik dan analisis sejak di bangku kuliah.

Ia menegaskan, tujuan utama pendidikan di Jurusan Teknik Elektro Polimdo adalah membekali mahasiswa dengan fondasi pengetahuan yang kuat di bidang ketenagalistrikan, sekaligus keterampilan teknis yang memadai.

Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, melakukan analisis, serta mengambil keputusan dalam sektor industri, pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Secara khusus, dalam praktikum Mesin Listrik AC di Laboratorium Konversi Energi, mahasiswa dilatih mengenali bentuk fisik dan karakteristik mesin listrik satu fasa dan tiga fasa.

Mereka juga diajarkan merangkai komponen sesuai karakteristik mesin, mengoperasikan peralatan ketenagalistrikan, melakukan pengamatan, hingga menyusun laporan hasil percobaan.

“Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa bekerja secara sistematis dan bertanggung jawab. Itu yang menjadi fondasi kompetensi mereka,” tandas Mener Nus.

(Yulia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed