Di Tengah Ketatnya Persaingan Kerja, UNSRAT Tantang Wisudawan Jadi Pencipta Peluang

MONITORSULUT, MANADO — Wisuda bukan lagi sekadar seremoni mengenakan toga dan menerima ijazah. Di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif dan perubahan zaman yang bergerak cepat, lulusan perguruan tinggi kini dituntut mampu menciptakan peluang, bukan hanya mencari pekerjaan.

Pesan itu mengemuka dalam Wisuda Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Senin (20/4/2026), saat Rektor Oktovian Berty Alexander Sompie mengingatkan para lulusan bahwa tantangan setelah kampus jauh lebih kompleks dibanding proses perkuliahan yang telah mereka lalui.

Menurut Sompie, wisuda merupakan titik awal memasuki kehidupan baru yang penuh dinamika dan persaingan. Karena itu, para lulusan diminta tidak hanya mengandalkan gelar akademik, tetapi juga keberanian berinovasi dan kemampuan menjawab kebutuhan zaman.

“Hari ini adalah momentum penting, bukan hanya sebagai penanda berakhirnya proses pendidikan formal di bangku universitas, tetapi juga titik awal memasuki babak baru kehidupan yang lebih kompleks, dinamis, dan penuh tantangan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar ilmu yang diperoleh selama kuliah tidak berhenti pada pencapaian pribadi semata, tetapi digunakan untuk memberi dampak sosial yang lebih luas. Filosofi “Si Tou Timou Tumou Tou” yang diwariskan Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi disebut tetap relevan sebagai landasan moral generasi muda Sulawesi Utara.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus hadir sebagai generasi yang mampu memanusiakan manusia lain, memperkuat keadilan sosial, dan ikut membangun peradaban yang lebih baik.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay menilai keberhasilan para wisudawan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan.

Ia mengatakan pengalaman selama kuliah, baik di ruang akademik maupun aktivitas kemahasiswaan, telah membentuk karakter para lulusan untuk lebih siap menghadapi kehidupan setelah kampus.

“Tidak sedikit rintangan yang dihadapi, namun semua itu justru menjadi pondasi yang menguatkan pribadi saudara-saudara untuk melangkah lebih percaya diri ke masa depan,” kata Mailangkay.

Ia pun mengajak para wisudawan tetap optimistis menghadapi masa depan, karena setiap perjuangan diyakini akan membawa hasil bagi mereka yang terus bertahan dan berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *