MONITORSULUT,MANADO—–Universitas Sam Ratulangi kembali mencatat sejarah baru di bidang pendidikan kesehatan.
Sebanyak 20 apoteker angkatan pertama Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam resmi dilantik dan diambil sumpah/janji profesinya pada Selasa, 28 April 2026.
Momentum ini menjadi tonggak penting bagi UNSRAT karena untuk pertama kalinya kampus tersebut meluluskan tenaga profesi apoteker dengan capaian membanggakan. Seluruh peserta dinyatakan lulus 100 persen dalam UKOMNAS PDPA (Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Apoteker) periode Maret 2026.
Rektor Oktovian B.A. Sompie menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti bahwa kualitas pendidikan profesi apoteker di UNSRAT mampu bersaing dan memenuhi standar nasional.
“Ini merupakan sesuatu yang membanggakan dan menunjukkan kualitas pendidikan profesi apoteker sangat baik di Universitas Sam Ratulangi,” ujar Rektor dalam sambutannya.
Menurutnya, keberhasilan angkatan perdana ini bukan hanya sekadar angka kelulusan, tetapi juga menjadi cerminan kesiapan UNSRAT dalam mencetak sumber daya kesehatan yang kompeten di tengah tantangan dunia medis dan farmasi yang terus berkembang.
Ia menegaskan, profesi apoteker kini dituntut tidak hanya memahami ilmu kefarmasian, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi kesehatan, pelayanan digital, hingga inovasi obat dan terapi modern.
Karena itu, para lulusan diharapkan mampu tampil sebagai tenaga profesional yang menjunjung tinggi integritas serta memberi kontribusi nyata bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di Sulawesi Utara.
Pelantikan ini sekaligus memperlihatkan langkah serius UNSRAT dalam memperkuat sektor kesehatan melalui pendidikan profesi yang berkualitas. Dengan capaian kelulusan sempurna pada angkatan pertama, Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker UNSRAT dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu pusat pendidikan farmasi unggulan di kawasan timur Indonesia.







