MONITORSULUT,MANADO — Wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga awal tanggung jawab untuk membawa ilmu pengetahuan ke tengah masyarakat. Pesan itu menjadi salah satu penekanan Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam wisuda 1.299 lulusan UNSRAT, Kamis (22/10/2026).
Dalam sambutannya, Jamaluddin mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti pada pencapaian akademik.
Pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberi manfaat bagi orang lain.
Ia mengajak para alumni memegang teguh falsafah Si Tou Timou Tumou Tou, yang bermakna manusia hidup untuk memanusiakan manusia. Menurutnya, semangat tersebut perlu dirawat melalui kepedulian dan kemauan membantu orang lain untuk berkembang.
Pesan ini menempatkan kelulusan bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, melainkan juga sebagai kesempatan untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
Para alumni diharapkan mampu membawa bekal keilmuan, sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Jamaluddin juga berpesan agar para lulusan melangkah dengan percaya diri, tetap rendah hati, serta bersedia bekerja keras dalam menghadapi tantangan setelah meninggalkan bangku kuliah.
Wisuda Oktober kali ini diikuti 1.299 lulusan yang pelaksanaan prosesi wisudanya dibagi dalam dua sesi. Menurut Jamaluddin, pembagian tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban acara sekaligus memberi kesempatan kepada lulusan dan keluarga menikmati momen kelulusan dengan baik.
Ia turut mengingatkan para wisudawan, di tengah peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan Sumpah Pemuda. Nilai kebangsaan itu menjadi pengingat bagi para lulusan untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi bagi masyarakat serta bangsa.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara yang diwakili Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sulawesi Utara, Ir. Hermina Korompis, S.P., M.Sc., mengingatkan para lulusan agar terus belajar dan terbuka terhadap perubahan.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakannya, Hermina menyampaikan bahwa perkembangan dunia menuntut setiap orang untuk terus meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan berbagai tantangan.
Para lulusan juga diingatkan untuk menjadikan ilmu sebagai bekal berkarya, pengalaman sebagai kekuatan menghadapi tantangan, serta integritas sebagai prinsip yang harus dijaga.
Selain itu, mereka diharapkan tetap menjaga nama baik almamater, menghormati orang tua dan keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan, serta membangun karakter dan kepedulian terhadap lingkungan maupun masyarakat.
Pesan dari kedua sambutan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada perolehan gelar. Bagi para lulusan UNSRAT, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh selama kuliah dapat memberi arti bagi kehidupan orang lain.
