Urban Digifest 2026 Targetkan Transaksi Rp6 Miliar, Pembiayaan UMKM Tembus Rp3 Miliar

MONITORSULUT, MANADO – Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Utara menargetkan penyelenggaraan Urban Digifest X Sulut Coffee Fest 2026 mampu mencatat transaksi lebih dari Rp6 miliar, sekaligus mendorong realisasi pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di atas Rp3 miliar.

Target tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, dalam soft opening Urban Digifest x Sulut Coffee Fest 2026 di Manado Town Square , Rabu (12/8/2026).

Menurut Joko, kegiatan tahun ini melibatkan lebih dari 200 UMKM dengan target kunjungan mencapai lebih dari 60 ribu masyarakat.
Target tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 55 ribu pengunjung dengan transaksi sekitar Rp5,5 miliar.
“Dan kami harapkan ini bisa mencatatkan transaksi lebih dari Rp6 miliar. Tahun lalu sekitar Rp5,5 miliar,” ujar Joko.

Selain transaksi, BI juga menargetkan adanya realisasi pembiayaan UMKM lebih dari Rp3 miliar melalui lembaga pembiayaan, baik perbankan maupun lembaga non-bank, termasuk PNM.

Joko menegaskan, keberhasilan Urban Digifest tidak semata-mata diukur dari pencapaian angka transaksi, jumlah pengunjung maupun pembiayaan. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan multiplier effect yang berkelanjutan bagi UMKM, perekonomian daerah dan masyarakat Sulawesi Utara.

Urban Digifest 2026 mengusung tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi.”

Joko menjelaskan, tema tersebut membawa tiga pesan utama. Pertama, rupa rasa Kawanua yang menggambarkan upaya mengangkat identitas dan potensi unggulan Sulawesi Utara.

“Rupa ini menggambarkan kekayaan karya dan kreativitas, sementara rasa ini merepresentasikan kekayaan kuliner dan komoditas unggulan Kawanua,” jelasnya.

Menurut Joko, kekayaan tersebut menjadi cermin identitas Sulawesi Utara yang perlu terus dijaga, dikembangkan dan dipromosikan.

Karena itu, Urban Digifest 2026 menghadirkan lebih dari 200 UMKM dengan berbagai produk kreatif unggulan daerah yang ditampilkan melalui sejumlah area, antara lain Wale Rupa yang berkaitan dengan wastra, fashion dan kerajinan, serta Wale Rasa yang menghadirkan makanan, minuman dan produk siap santap.

Tahun ini, perhatian khusus juga diberikan terhadap komoditas kopi melalui penyelenggaraan Sulut Coffee Fest 2026.

Menurut Joko, kopi memiliki ekosistem ekonomi yang luas, mulai dari petani, roastery, barista, kafe hingga pelaku usaha lainnya di Sulawesi Utara.

Pesan kedua yang diangkat adalah “Meracik Tradisi”, yakni menjadikan kearifan lokal sebagai kekuatan ekonomi tanpa meninggalkan akar budaya.

Joko mengatakan tradisi dan kearifan lokal dapat dikembangkan menjadi sumber kreativitas sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, termasuk pengembangan wastra Sulawesi Utara, modest fashion, kegiatan membatik bersama Dekranasda, pengembangan kuliner, komunitas lokal melalui booth showcasing, hingga video storytelling mengenai destinasi wisata.

Ia juga berharap semakin banyak generasi muda melihat budaya lokal bukan sekadar warisan, tetapi sebagai sumber inspirasi, peluang usaha dan identitas produk yang memiliki daya saing.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, BI, Dekranasda, perbankan, komunitas, akademisi dan dunia usaha dinilai penting agar kekayaan tradisi Kawanua dapat semakin berkembang dan menjangkau pasar nasional maupun global.

Pesan ketiga adalah “Menyeduh Inovasi”, yang diarahkan untuk mendorong UMKM naik kelas dan semakin mampu memanfaatkan teknologi digital.

Joko mengatakan Urban Digifest tidak hanya menjadi tempat showcasing dan berjualan, tetapi juga ruang bagi UMKM untuk belajar, berkolaborasi, mendapatkan akses pembiayaan, memperluas usaha dan melakukan transformasi digital.

Berbagai kegiatan disiapkan, mulai dari talkshow, workshop, business matching pembiayaan UMKM, promosi perdagangan dan ekspor hingga pengembangan keterampilan di bidang kopi.

Penguatan digitalisasi juga dilakukan melalui penggunaan QRIS sebagai media transaksi utama selama Urban Digifest 2026.

Joko berharap masyarakat Sulawesi Utara semakin terbiasa menggunakan transaksi digital yang cepat, mudah, murah, aman dan andal.

Pada saat yang sama, UMKM diharapkan dapat memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas pasar, mengembangkan usaha dan memperoleh pembiayaan.

“Namun demikian, keberhasilan kegiatan ini bukan hanya tentang angka. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana Urban Digifest ini mampu menghasilkan multiplier effect yang berkelanjutan bagi ekonomi, bagi UMKM, dan bagi masyarakat di Sulawesi Utara,” tegas Joko.

Melalui Urban Digifest x Sulut Coffee Fest 2026, BI Sulut mendorong pengembangan UMKM agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan dampak yang nyata, terukur dan berkelanjutan bagi pelaku usaha serta perekonomian daerah.