TP PKK Bitung dan DLH Gerakkan Warga Wangurer Timur Ubah Sampah Rumah Tangga Jadi Kompos Bernilai Ekonomi

Bitung23 Dilihat

TP PKK Bitung dan DLH Dorong Warga Wangurer Timur Olah Sampah Jadi Kompos Bernilai

MONITORSULUT, BITUNG — Ketua TP PKK Kota Bitung bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah rumah tangga melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Kompos dari Sampah Rumah Tangga yang digelar di Kelurahan Wangurer Timur.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ellen Honandar Sondakh menegaskan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Kompos dari Sampah Rumah Tangga yang dilaksanakan di Kelurahan Wangurer Timur. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Tim Penggerak PKK Kota Bitung bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung dalam mendukung program pengurangan sampah dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, Merianty Dumbela selaku pembawa materi, Ketua Pokja III TP PKK Ny. Tenti Suak Sakul, Anggota Pokja III TP PKK Ny. Rine Wongkar Sigarlaki, Kabid Pengelolaan Sampah Hantje Puraow, Camat Madidir Heimans B. Kansil, Lurah Wangurer Timur Aris Puasa, TP PKK Kecamatan Madidir, PKK Kelurahan, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ellen Honandar Sondakh mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan lingkungan di tengah kehidupan masyarakat perkotaan. Menurutnya, sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, tetapi dapat menjadi sesuatu yang bernilai apabila dikelola dengan baik melalui proses pemilahan sejak dari rumah tangga.

Ia menjelaskan bahwa sampah terdiri dari beberapa jenis, mulai dari sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, daun dan ranting yang dapat diolah menjadi kompos, hingga sampah anorganik seperti plastik, botol, kaca dan kaleng yang masih dapat didaur ulang apabila dipilah secara benar. Selain itu, terdapat pula sampah B3 atau bahan berbahaya dan beracun seperti baterai bekas, lampu dan obat kedaluwarsa yang membutuhkan penanganan khusus agar tidak mencemari lingkungan.

“Langkah awal yang paling penting adalah membiasakan pemilahan sampah dari rumah tangga. Dengan memilah sampah, kita membantu mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujar Ellen.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa sampah organik yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman dan penghijauan lingkungan. Menurutnya, upaya sederhana dari rumah dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan dan keberlanjutan lingkungan di Kota Bitung.

Ellen juga menekankan peran strategis TP PKK dalam mengedukasi keluarga dan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih, sehat dan ramah lingkungan. Ia berharap kegiatan pelatihan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi benar-benar diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Secara khusus, ia mengajak seluruh kader PKK di Kelurahan Wangurer Timur menjadi pelopor pengurangan sampah rumah tangga dan motor penggerak kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kiranya melalui kegiatan ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, hijau dan nyaman bagi generasi mendatang,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ellen Honandar Sondakh turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung serta Pokja III TP PKK Kota Bitung yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan pantun yang disambut antusias peserta pelatihan.

“Pagi cerah di Wangurer Timur,
Angin sepoi membawa semangat.
Sampah organik diolah jadi kompos subur,
Lingkungan bersih masyarakat pun sehat.”

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung, Merianty Dumbela, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan pembuatan kompos dari sampah rumah tangga menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah.

Menurutnya, kegiatan tersebut baru tahun ini dap