MONITORSULUT,Sangihe- Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kepulauan Sangihe dipastikan masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Pertamina mencatat stok BBM di Fuel Terminal Tahuna mencapai 1.281.000 liter setelah kedatangan tambahan pasokan melalui kapal tanker.
Kepastian tersebut disampaikan Fuel Terminal Manager Pertamina Tahuna, Arie Hernawan, menyusul antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.
Arie mengimbau masyarakat agar tidak panik atau melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Menurutnya, masyarakat cukup membeli sesuai kebutuhan sehingga distribusi dapat berlangsung tertib dan seluruh pengguna kendaraan tetap memperoleh pelayanan.
“Kami dari PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tahuna memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dan antrean yang terjadi dalam beberapa hari terakhir,” ujar Arie saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, pasokan BBM ke wilayah Sangihe terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan, penyaluran Pertalite pada Senin mencapai 50.000 liter, atau sekitar 114 persen dari kebutuhan normal harian Tahuna yang diperkirakan sebesar 43.800 liter.
Tambahan pasokan juga diperkuat dengan kedatangan kapal tanker MT Transco Aries yang membawa 650.000 liter BBM. Kapal tersebut dilaporkan tiba di perairan sekitar Bebalang pada pukul 12.00 WITA dan bersandar di Tahuna pada pukul 16.00 WITA.
Dengan tambahan tersebut, stok BBM di Fuel Terminal Tahuna tercatat mencapai 1,281 juta liter. Berdasarkan perhitungan Pertamina, jumlah ini diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 14 hari ke depan.
Penyaluran Menjangkau SPBU dan APMS
Untuk memastikan BBM tersedia di tingkat konsumen, Pertamina menyalurkan pasokan ke tiga SPBU reguler di Tahuna, yakni SPBU depan Kantor Bupati, SPBU Pasar Towo’e, dan SPBU Santiago.
Rinciannya, masing-masing 15.000 liter disalurkan ke SPBU Santiago dan SPBU Pasar Towo’e, sedangkan SPBU depan Kantor Bupati menerima 5.000 liter.
Penyaluran juga dilakukan ke tiga Agen Penyalur Minyak Solar (APMS) yang berada di Petta, Manganitu, dan Tamako, masing-masing sebanyak 5.000 liter.
Dengan demikian, total penyaluran BBM yang dilaporkan Pertamina ke tiga SPBU dan tiga APMS tersebut mencapai 50.000 liter.
Antrean Dipengaruhi Kekhawatiran Masyarakat
Arie mengungkapkan, antrean kendaraan yang terjadi belakangan ini tidak terlepas dari kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM. Beredarnya informasi di media sosial turut memengaruhi perilaku pembelian warga.
Kondisi tersebut berpotensi memicu pembelian dalam jumlah berlebihan karena masyarakat khawatir kehabisan bahan bakar.
Padahal, pembelian yang tidak sesuai kebutuhan dapat memperpanjang antrean dan menghambat masyarakat lain yang juga membutuhkan BBM.
Karena itu, Pertamina meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Warga diharapkan mengacu pada informasi resmi terkait kondisi pasokan dan distribusi BBM.
Pertamina juga mengajak masyarakat berperan menjaga kelancaran penyaluran dengan membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan kendaraan masing-masing.
Dengan ketersediaan stok yang dipastikan mencukupi dan penyaluran yang terus dilakukan, Pertamina berharap pelayanan BBM di Kabupaten Kepulauan Sangihe dapat berjalan lebih lancar dan antrean di SPBU berangsur normal.
Kerja sama masyarakat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketertiban distribusi, sehingga pasokan BBM dapat dimanfaatkan secara merata oleh seluruh pengguna.(Moy)
