MONITORSULUT,MANADO ——– Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Manado menunjukkan tren lebih cepat pada awal 2026.
Hingga 27 Februari 2026, serapan anggaran tercatat mencapai Rp1.533.614.555.683 atau 12,85 persen dari total pagu Rp11.932.846.394.000. Angka tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berada di kisaran 9 persen.
Kepala KPPN Manado, Saripudin, menjelaskan bahwa total pagu yang dikelola tahun ini terbagi dalam sejumlah jenis belanja. Belanja Pegawai sebesar Rp3,01 triliun, Belanja Barang Rp2,70 triliun, Belanja Modal Rp1,22 triliun, Belanja Bansos Rp6,64 miliar, serta Belanja Transfer Rp4,99 triliun.
“Per 27 Februari 2026, realisasi telah mencapai Rp1,53 triliun atau 12,85 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian awal tahun ini lebih baik dibanding 2025. Pada tahun lalu, pelaksanaan anggaran pada triwulan pertama cenderung melambat akibat kebijakan efisiensi serta restrukturisasi kementerian/lembaga seiring pembentukan kabinet baru.
Dengan capaian tersebut, masih terdapat sisa pagu Rp10,39 triliun yang akan direalisasikan secara bertahap sepanjang tahun berjalan.
Untuk target triwulan I, KPPN Manado masih menunggu posisi final hingga 31 Maret 2026.
Dari sisi dampak ekonomi, Saripudin menjelaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha lokal dalam belanja negara sangat bergantung pada preferensi belanja kementerian/lembaga.
Namun, kebijakan pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dinilai dapat menjadi salah satu pendorong dukungan terhadap pelaku usaha lokal, baik melalui belanja operasional satuan kerja maupun efek konsumsi dari belanja pegawai.
(Yulia)
