MANADO, Monitorsulut.com — Pemilihan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) periode 2026–2030 mulai memasuki fase yang lebih menarik.
Hari ini, Kamis (5/11/2026), sejumlah nama yang selama ini disebut dalam bursa bakal calon mulai masuk ke tahapan pendaftaran. Salah satunya Dr. dr. Rocky Wilar, Sp.A, Subsp. Neo(K).
Menariknya, langkah Rocky menuju kontestasi Pilrek datang tidak lama setelah dirinya dipercaya menduduki jabatan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsrat.
Rocky dilantik pada 14 Oktober 2026 oleh Plt. Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. sebagai Wakil Rektor III. Jabatan tersebut menempatkannya dalam jajaran pimpinan universitas yang bersentuhan langsung dengan kehidupan mahasiswa dan hubungan alumni.
Kini, belum genap sebulan menjalankan amanah tersebut, nama Rocky kembali berada di tengah dinamika kampus Tumou Tou, kali ini sebagai salah satu bakal calon yang akan mendaftarkan diri dalam Pilrek Unsrat.
Rocky dijadwalkan mendaftar pada Kamis (5/11) pukul 11.00 WITA. Pada hari yang sama, terdapat dua nama lain yang juga dijadwalkan menyerahkan berkas pendaftaran, yakni Dr. Flora Pricilla Kalalo dan Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou.
Bagi Rocky, lingkungan Unsrat bukan ruang baru. Sebagian besar perjalanan akademik dan profesionalnya dibangun di kampus tersebut, khususnya Fakultas Kedokteran.
Ia merupakan dokter spesialis anak konsultan neonatologi. Profil Kementerian Kesehatan mencatat Rocky menempuh pendidikan kedokteran hingga spesialis anak di Universitas Sam Ratulangi, sebelum melanjutkan ke bidang konsultan neonatologi.
Di lingkungan FK Unsrat, Rocky pernah dipercaya memimpin Program Studi Profesi Dokter, menjadi sekretaris Program Pendidikan Dokter Spesialis-I Ilmu Kesehatan Anak, hingga memimpin Bagian Ilmu Kesehatan Anak selama dua periode.
Ia juga pernah memimpin SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.
Pengalamannya tidak hanya berada di ruang akademik dan pelayanan medis. Rocky juga cukup lama terlibat dalam organisasi profesi kedokteran dan pediatri.
Di sisi akademik, namanya tercatat dalam sejumlah penelitian dan publikasi yang berkaitan dengan kesehatan anak dan neonatologi. Data Fakultas Kedokteran Unsrat antara lain mencatat penelitian Rocky mengenai infeksi saluran pernapasan pada anak dengan penyakit jantung bawaan, pemberian susu formula pada bayi, hingga persoalan kesehatan bayi baru lahir.
Karena itu, kemunculan Rocky dalam bursa Pilrek tidak sekadar membawa latar belakang sebagai dokter.
Ia datang dengan pengalaman klinis, pendidikan kedokteran, organisasi profesi, serta pengalaman dalam tata kelola universitas yang kini sedang dijalaninya sebagai Wakil Rektor.
Pendaftaran bakal calon Rektor Unsrat sendiri berlangsung 2–6 November 2026. Jika jumlah pendaftar belum mencapai empat orang, tahapan pendaftaran dapat diperpanjang sesuai ketentuan panitia.
Setelah proses pendaftaran dan seleksi administrasi, tahapan akan berlanjut pada penetapan bakal calon, penyampaian visi-misi dan program kerja, hingga pemilihan Rektor yang dijadwalkan pada Desember mendatang.
Masuknya Rocky menambah warna dalam kontestasi yang kini tidak lagi sebatas bursa nama. Setelah pendaftaran, publik kampus akan melihat lebih jauh gagasan, visi dan program masing-masing figur untuk membawa Unsrat dalam periode kepemimpinan berikutnya.
