MONITORSULUT,MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mematangkan arah pembangunan daerah melalui Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang dipaparkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026.
Forum strategis ini tak hanya menjadi ajang sinkronisasi program pusat dan daerah, tetapi juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara.
Tercatat, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran para pejabat pusat ini mempertegas pentingnya Musrenbang sebagai forum utama dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan nasional dan daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, dalam pemaparannya menegaskan bahwa RKPD 2027 dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat dengan tetap mengedepankan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Mengusung visi “Menuju Sulawesi Utara Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” pemerintah daerah menetapkan delapan misi utama, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, hingga reformasi tata kelola pemerintahan.
Selain itu, berbagai isu strategis seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta penguatan daya saing daerah menjadi fokus utama dalam perencanaan tahun 2027.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Sulut juga merumuskan 17 program unggulan yang mencakup pengembangan infrastruktur, peningkatan investasi, digitalisasi layanan publik, hingga pemberdayaan sektor perikanan, pertanian, dan UMKM.
Forum Musrenbang ini diharapkan mampu menghasilkan perencanaan yang lebih tajam, terintegrasi, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memastikan setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Sulawesi Utara optimistis mampu mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan strategis di kawasan timur Indonesia.
(Yulia)
