Randito Maringka Serahkan SK Pensiun dan Kenaikan Pangkat ASN Bitung

berita terbaru, Bitung1773 Dilihat

MONITORSULUT, BITUNG — SK Pensiun dan Kenaikan Pangkat ASN Bitung diserahkan Wakil Wali Kota Randito Maringka dalam Upacara Korpri di Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (17/6/2026).

Penyerahan tersebut dilakukan dalam Upacara Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Bitung.

Selain SK pensiun dan kenaikan pangkat, Pemkot Bitung juga memberikan hadiah kepada para pemenang Lomba Video Artificial Intelligence (AI).

Apresiasi itu diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas ASN dalam memanfaatkan teknologi digital.

Upacara tersebut dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, didampingi para Asisten Setda Kota Bitung, jajaran kepala perangkat daerah, serta dihadiri unsur Forkopimda.

Kegiatan ini mengusung tema “Act Now For Climate: Saatnya Bekerja Untuk Iklim”.

Momentum tersebut menjadi ruang bagi Pemkot Bitung untuk memperkuat disiplin ASN sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menghadapi dampak perubahan iklim.

Dalam amanat Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia yang dibacakan Randito Maringka, ditegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan.

Menurutnya, peringatan tersebut harus menjadi dorongan bersama untuk membangun kesadaran kolektif dan memperkuat aksi nyata menghadapi ancaman krisis lingkungan global.

“Dunia saat ini tengah menghadapi triple planetary crisis, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Ketiga persoalan ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat dunia,” ungkap Randito saat membacakan amanat tersebut.

Dalam amanat itu juga disampaikan bahwa Indonesia terus menunjukkan komitmen terhadap Paris Agreement untuk menjaga kenaikan suhu bumi sedekat mungkin pada batas 1,5 derajat Celsius.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui target penurunan emisi dalam Enhanced Nationally Determined Contribution atau NDC 2030, serta strategi pembangunan rendah karbon menuju Indonesia yang tangguh terhadap perubahan iklim pada tahun 2050.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia menjadi salah satu negara yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Lebih dari 60 persen penduduk tinggal di wilayah pesisir yang berisiko terdampak kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, hingga gangguan terhadap ketahanan pangan.

Persoalan sampah juga menjadi perhatian serius karena turut berkontribusi terhadap perubahan iklim. Indonesia menghasilkan sekitar 51 juta ton sampah setiap tahun, namun sebagian besar belum terkelola secara optimal.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, emisi gas metana, serta berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkot Bitung mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menunda aksi penyelamatan lingkungan.
Pemerintah menilai perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti pengelolaan sampah, pengurangan emisi, dan pelestarian sumber daya alam.

Dengan semangat “Saatnya Bekerja Untuk Iklim”, Kota Bitung menegaskan komitmennya menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menjaga lingkungan demi masa depan generasi mendatang.