MONITORSULUT,MANADO – Upaya mempersiapkan calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang memiliki kompetensi dan memahami prosedur penempatan resmi diperkuat melalui kerja sama Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sulawesi Utara.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam Kesepakatan Kerja Sama Swakelola Tipe II yang ditandatangani di Kantor BP3MI Provinsi Sulawesi Utara, Senin (31/8/2026).
Kepala BP3MI Sulawesi Utara AKBP Hendrick Situmorang, SH., S.IK., M.Si., menjelaskan bahwa kesepakatan Swakelola Tipe II tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program peningkatan kapasitas CPMI dan PMI melalui lembaga vokasi sebagai pelaksana pelatihan.
Kolaborasi dengan Polimdo diarahkan untuk mendukung pelatihan yang berbasis kompetensi serta menyesuaikan kebutuhan pasar kerja internasional.
Tidak hanya keterampilan teknis, kerja sama ini juga berkaitan dengan pemahaman calon pekerja migran mengenai aspek perlindungan dan prosedur penempatan PMI secara resmi.
Hal tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tenaga kerja yang akan memasuki pasar kerja internasional, sehingga mereka memiliki bekal kompetensi sekaligus pemahaman mengenai mekanisme bekerja ke luar negeri melalui jalur yang sesuai ketentuan.
Dalam pelaksanaannya, lembaga pendidikan vokasi memiliki peran dalam mendukung peningkatan kapasitas calon pekerja melalui pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kerja sama Polimdo dan BP3MI Sulawesi Utara juga mempertemukan peran institusi pendidikan dengan pemerintah dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi persaingan kerja internasional.
Rapat koordinasi dan penandatanganan kesepakatan tersebut turut dihadiri Direktur Poltekkes Kemenkes Manado Dr. Hanung Prasetya, SKP., M.Si., Direktur Poltekkes Kemenkes Ternate Ridwan Yamko, SKM., M.Kes., Direktur Poltekkes Kemenkes Ambon Dr. Betty Anthoineta Sahertian, S.Pd., M.Kes., serta Direktur Polimdo Dra. Maryke Alelo, MBA.
Melalui kerja sama tersebut, penguatan kapasitas CPMI diharapkan dapat berjalan lebih terarah dengan menggabungkan kompetensi vokasi, kebutuhan pasar kerja internasional serta pemahaman mengenai perlindungan pekerja migran.
