MONITORSULUT,TAHUNA, 23 Juli 2026 – PT PLN (Persero) UP3 Tahuna bergerak cepat memulihkan sistem kelistrikan di wilayah kerja PLN ULP Tamako pascahujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Kepulauan Sangihe. Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah titik sempat berdampak pada infrastruktur kelistrikan di Desa Tiwelo, Bentung, Bukide, Malamenggu, Balane, dan Lesabe.
Curah hujan yang tinggi memicu luapan air sungai dan pergerakan tanah di Kecamatan Tamako. Material longsor berupa tanah, batu, hingga pepohonan menutupi akses jalan serta mengganggu konstruksi jaringan distribusi. Guna memastikan keamanan masyarakat dan petugas sebelum proses penormalan, PLN segera melakukan pemeriksaan menyeluruh di seluruh titik terdampak.
Sebagai bentuk komitmen menjaga keandalan pasokan listrik, PLN menerjunkan tim gabungan yang terdiri dari pegawai PLN UP3 Tahuna dan Petugas Pelayanan Teknik (Yantek) ULP Tamako. Tim diterjunkan untuk melakukan asesmen, pengamanan lokasi, pembersihan material longsor, pemeliharaan konstruksi tiang dan penghantar, hingga perbaikan jaringan.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara ketat. Berkat respons cepat ini, pada pukul 22.00 WITA, sebanyak 94% masyarakat yang terdampak sudah dapat menikmati pasokan listrik secara normal kembali.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel dan kecepatan respons merupakan prioritas utama PLN dalam menjaga keandalan listrik di seluruh wilayah operasionalnya, terutama di daerah kepulauan.
“Kami menginstruksikan seluruh unit untuk selalu dalam posisi siaga penuh menghadapi potensi gangguan akibat cuaca ekstrem. Kecepatan tim PLN UP3 Tahuna dan ULP Tamako dalam memulihkan sistem di lapangan merupakan wujud nyata komitmen PLN untuk menghadirkan listrik yang andal dan aman bagi masyarakat, bahkan di tengah tantangan geografis dan medan yang berat. Apalagi menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, kelancaran pasokan listrik menjadi hal mendasar yang harus terus kami jaga,” ungkap Usman.
Sejalan dengan hal tersebut, Manager PT PLN (Persero) UP3 Tahuna, Eko Yuwono, menyampaikan bahwa tantangan medan tidak menyurutkan semangat tim di lapangan demi memberikan pelayanan terbaik.
“Hujan deras yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di beberapa desa di Kecamatan Tamako tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun, begitu menerima laporan gangguan, kami langsung menerjunkan personel untuk melakukan penormalan secara cepat dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja. Ini komitmen kami untuk terus hadir bagi masyarakat,” ungkap Eko Yuwono.
Langkah cepat dan sinergis PLN ini mendapat apresiasi dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu C. C. Labesi, S.Sos.
“Kami mengapresiasi respons cepat PLN UP3 Tahuna dan PLN ULP Tamako yang segera memulihkan jaringan listrik di lokasi terdampak. Sinergi antara BPBD, PLN, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar proses penanganan bencana berjalan optimal dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman,” ungkap Wandu.
Keberhasilan penormalan jaringan di Kecamatan Tamako menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, tanggap, dan andal. Mengusung semangat “PLN Hadir untuk Rakyat”, PLN UP3 Tahuna akan terus memperkuat kesiapsiagaan cuaca ekstrem guna memastikan masyarakat dapat menyambut Dirgahayu Republik Indonesia dengan pasokan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan hingga ke pelosok wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
