Pemkab Sitaro Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa Lewat Pelatihan Tenaga Kesehatan di Manado

Indeks104 Dilihat

Sitaro, Monitorsulut.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) melalui Dinas Kesehatan menunjukkan keseriusan dalam peningkatan layanan kesehatan jiwa. Hal ini diwujudkan dengan pelaksanaan Pelatihan Tenaga Kesehatan Terpadu Kesehatan Jiwa, yang diikuti dokter, perawat, dan psikolog klinis dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) se-Kabupaten Sitaro.
Pelatihan yang berlangsung di Kota Manado tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) kesehatan dalam memberikan layanan kesehatan jiwa yang komprehensif. Para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan mulai dari surveilans, deteksi dini, promosi kesehatan, wawancara psikiatrik, penatalaksanaan kasus gangguan jiwa umum, hingga penanganan kedaruratan psikiatrik dan rujukan.

Wakil Bupati Sitaro, Heronimus Makainas, memberikan apresiasi atas upaya Dinas Kesehatan dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di daerah.
“Saya mengapresiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sitaro atas inisiasi menyelenggarakan kegiatan ini dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Makainas.
Ia berharap pelatihan ini memberi dampak nyata dalam peningkatan mutu layanan kesehatan jiwa yang lebih ramah, inklusif, dan mudah dijangkau masyarakat.

Makainas menegaskan bahwa kesehatan jiwa kini menjadi perhatian dunia. Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ia menyebut sekitar 25 persen penduduk dunia pernah mengalami gangguan jiwa sepanjang hidupnya. Di Indonesia sendiri, lebih dari 19 juta orang mengalami gangguan mental emosional, dan sekitar 1,7 juta hidup dengan gangguan jiwa berat.
“Situasi ini tentu berpengaruh besar terhadap kualitas hidup, produktivitas, serta perkembangan bangsa,” tambah Makainas.
Menurutnya, persoalan kesehatan jiwa berkaitan erat dengan dampak sosial seperti kekerasan, penyalahgunaan narkoba, masalah keluarga, hingga penurunan produktivitas kerja.
Namun ironisnya, kata Makainas, lebih dari 90 persen penderita di negara berkembang belum mendapatkan layanan pengobatan yang memadai.
Dorong Penguatan Layanan Primer
Karena itu, ia menilai penyelenggaraan pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan jiwa di tingkat puskesmas sebagai lini pelayanan terdepan pemerintah.
“Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan sangat penting agar mereka mampu melakukan deteksi dini, wawancara psikiatrik, penatalaksanaan kasus umum, serta penanganan kegawatdaruratan psikiatrik secara profesional,” tegasnya.