Pemkab Sangihe dan BPS Canangkan Desa Cantik di Tamako, Dorong Pengelolaan Data Berbasis Desa

Sangihe17 Dilihat

MONITORSULUT,Sangihe- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I Tahun 2026 di Kampung Pokol, Kecamatan Tamako, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari didampingi Wakil Bupati Tendris Bulahari, serta dihadiri Kepala BPS Kepulauan Sangihe Eko Siswahto bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimca.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan tata kelola data di tingkat desa, kegiatan ditandai dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Program Desa Cantik oleh pemerintah daerah dan BPS.

Kepala BPS Kepulauan Sangihe, Eko Siswahto, mengatakan program Desa Cantik merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan desa dalam mengelola data statistik secara mandiri dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan, program tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara pada 2023 dan Desa Kuma I, Kecamatan Tabukan Tengah pada 2025.

“Untuk tahun 2026 ini, program Desa Cantik dilaksanakan di tiga kampung di Kecamatan Tamako, yakni Nagha I, Bebu dan Pokol,” ujar Eko.

Menurutnya, penguatan literasi statistik di tingkat desa menjadi hal penting karena setiap program pembangunan membutuhkan dukungan data yang valid dan akurat.

Dalam pelaksanaannya, BPS juga akan melakukan pembinaan melalui pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat serta menyiapkan aplikasi pendataan berbasis android yang nantinya dapat digunakan oleh desa-desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Selain aplikasi pengumpulan data, kami juga akan menyediakan website untuk menampilkan berbagai indikator yang berhasil dihimpun,” katanya.

Eko menegaskan seluruh proses pembinaan dilakukan tanpa biaya dan menjadi bagian dari tanggung jawab BPS dalam mendampingi pemerintah desa membangun sistem data yang lebih baik.

Sementara itu, Bupati Michael Thungari menilai keberadaan data yang akurat menjadi kunci utama dalam menentukan arah pembangunan daerah.

Ia menegaskan, pemerintah membutuhkan data yang valid agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan yang tepat sasaran harus diawali dengan data yang baik. Karena itu penguatan kapasitas desa dalam pengelolaan data perlu terus didorong,” ungkap Thungari.

Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pembinaan Statistik Sektoral Seri I yang bertujuan memperkuat sinkronisasi data antar perangkat daerah guna mendukung pelaksanaan Program Satu Data Indonesia di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Kepulauan Sangihe, Camat Tamako, kapitalaung dari tiga kampung lokus Desa Cantik, tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat. (Moy)