Masyarakat Tongkaina Dilatih DP3A Manado untuk Aktif dalam Pencegahan TPPO dan KTPA

berita terbaru, Manado20092 Dilihat

MONITORSULUT — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Manado menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Tongkaina, Rabu (24/9). Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap tanda-tanda awal Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan.

Acara berlangsung interaktif, dengan format dialog dan edukasi langsung yang dipandu oleh narasumber ahli, yakni Swara Parampuang dan seorang advokat dari Peradi.

Warga diajak memahami pola-pola perilaku yang berisiko, mekanisme pelaporan resmi, serta pentingnya membangun sistem pengawasan berbasis komunitas atau community watch system.

“Pencegahan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat itu sendiri. Dengan memahami tanda-tanda awal dan saluran pelaporan yang tepat, warga bisa menjadi garda terdepan dalam perlindungan anak dan perempuan,” ujar Swara Parampuang saat membuka sesi dialog.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara warga, aparat hukum, dan lembaga pendidikan setempat.

Advokat dari Peradi menjelaskan bagaimana masyarakat dapat melaporkan dugaan kasus TPPO atau KTPA melalui kanal resmi, serta hak-hak korban yang harus dilindungi secara hukum.

Edukasi ini diharapkan mendorong terciptanya kesadaran kolektif dan partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan yang aman dan sehat bagi anak-anak dan perempuan.

DP3A Kota Manado menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi bagian dari strategi preventif yang lebih luas. Dengan membekali warga dengan informasi, pengetahuan, dan keterampilan yang tepat, upaya pencegahan bisa dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.

Forum ini juga menjadi sarana bagi warga untuk bertukar pengalaman, mendiskusikan tantangan lokal, dan menyusun langkah-langkah konkret dalam membangun lingkungan yang aman.

Melalui kegiatan seperti ini, DP3A berharap komunitas di Kelurahan Tongkaina dapat menjadi model bagi wilayah lain dalam membentuk sistem pengawasan dan perlindungan anak serta perempuan secara mandiri. Langkah-langkah preventif yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu menekan angka KTPA dan TPPO, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga.