MANADO – Kekurangan pasokan air bersih yang dialami masyarakat di Pulau Bunaken, Manado Tua, dan sejumlah wilayah sekitarnya menjadi perhatian serius sejumlah legislator DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Persoalan yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir ini mendorong anggota DPRD Sulut, Cindy Wurangian, meminta pemerintah memastikan ketersediaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.
Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di ruang paripurna DPRD Sulut, Selasa (1/9/2026), Cindy mengingatkan potensi dampak cuaca ekstrem berdasarkan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Menurutnya, pemerintah daerah perlu mempersiapkan langkah antisipasi yang memadai agar masyarakat tidak semakin kesulitan memperoleh air bersih. “Sulawesi Utara harus memiliki kesiapan mandiri dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Senada dengan Cindy, legislator DPRD Sulut, Nick Lomban, meminta agar potensi dampak El Nino diperhitungkan secara jelas dalam penyusunan APBD Perubahan 2026. Ia menekankan pentingnya kebijakan anggaran yang mampu menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat, termasuk menjamin ketersediaan air bersih bagi warga yang terdampak kekurangan pasokan.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, menjelaskan bahwa pemerintah masih memiliki anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menghadapi situasi darurat. Dari total anggaran sebesar Rp4,1 miliar, baru Rp750 juta yang digunakan untuk bantuan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan demikian, anggaran yang tersisa masih disiapkan untuk mendukung penanganan kondisi darurat.
“Anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) Rp4,1 miliar, baru digunakan Rp750 juta untuk bantuan bencana di NTT. Sisanya tetap siap untuk tanggap darurat. Namun, untuk pemenuhan kebutuhan air bersih akan dilakukan kerja sama lintas sektor,” jelas Tahlis.
Ia menambahkan, upaya pemenuhan kebutuhan air bersih tidak hanya difokuskan pada Bunaken dan Manado Tua, tetapi juga akan menyasar wilayah lain di Sulawesi Utara yang mengalami persoalan serupa. Koordinasi lintas sektor diharapkan dapat mempercepat penanganan sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses air bersih di tengah ancaman kekeringan.
