Kementan Salurkan Program Perkebunan untuk 1.185 Petani Sangihe

Sangihe24 Dilihat

MONITORSULUT,Sangihe- Dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan sektor perkebunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali direalisasikan. Tahun 2026, sebanyak 1.185 petani yang tergabung dalam 94 kelompok tani mendapat bantuan pengembangan kawasan perkebunan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI melalui Ketua Kelompok Substansi Tanaman Rempah, Adi Cahyono,  kepada Bupati Sangihe Michael Thungari di kompleks Pelabuhan Tahuna, Jumat (11/9/2026).

Selanjutnya, Pemkab Sangihe menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani penerima.

Program yang diberikan mencakup empat kegiatan utama. Rinciannya, rehabilitasi tanaman pala seluas 200 hektare untuk 20 kelompok tani dengan 226 anggota, perluasan tanaman pala 600 hektare bagi 45 kelompok tani dengan 610 anggota, peremajaan tanaman kelapa seluas 300 hektare untuk 19 kelompok tani dengan 212 anggota, serta penataan tanaman sagu seluas 200 hektare yang diperuntukkan bagi 10 kelompok tani dengan 137 anggota.

Bupati Michael Thungari menyambut positif dukungan pemerintah pusat tersebut. Ia menyebut perhatian Kementan menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat yang sebagian besar masih bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan.

Menurutnya, meski secara geografis Sangihe merupakan wilayah kepulauan dengan sebagian besar wilayah berupa laut, sektor pertanian dan perkebunan tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.

“Walaupun kita 90 persen adalah laut, PDRB kita paling besar disumbang oleh sektor pertanian dan perkebunan. Setiap tahun dari sektor ini mampu menyumbang Pajak Pertambahan Nilai puluhan miliar rupiah. Kalau sedang panen cengkeh, nilainya bisa sampai ratusan miliar,” ujar Thungari.

Ia mengatakan, bantuan tersebut bukan sekadar mendorong peningkatan produksi komoditas. Lebih jauh, pengembangan perkebunan berkaitan langsung dengan sumber pendapatan keluarga, penciptaan lapangan kerja, ketahanan ekonomi masyarakat hingga keberlanjutan usaha bagi generasi berikutnya.

Karena itu, Thungari meminta kelompok penerima memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya. Ia menilai dukungan yang diberikan pemerintah sudah mencakup sejumlah kebutuhan penting petani, mulai dari bibit, pupuk hingga tenaga kerja.

“Petani mau mengeluhkan apa lagi? Pemerintah pusat sudah menyediakan bantuan selengkap ini bagi kita,” katanya.

Di sisi lain, Bupati meminta Dinas Pertanian melakukan pengawasan secara berkala terhadap pelaksanaan program di lapangan. Kelompok tani yang mampu menjalankan program dengan baik diharapkan memperoleh pendampingan dan dukungan lanjutan.

Sementara kelompok yang tidak memanfaatkan bantuan sebagaimana mestinya, menurut dia, perlu dievaluasi agar bantuan berikutnya dapat diberikan kepada kelompok yang lebih siap.

Thungari juga menyoroti komoditas pala sebagai salah satu tanaman perkebunan yang memiliki prospek untuk terus dikembangkan di Sangihe. Selain memiliki nilai ekonomi, tanaman pala dinilai dapat menjadi aset produktif yang manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Tanaman pala ini adalah salah satu tanaman yang paling baik yang bisa kita tanam di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujarnya.

Menghadapi kondisi El Nino, ia mengingatkan petani agar tidak mengabaikan faktor cuaca saat melakukan penanaman. Ketersediaan air dan waktu tanam perlu diperhitungkan agar bibit yang disalurkan dapat tumbuh dengan baik.

Thungari berharap kondisi iklim segera membaik sehingga aktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat dapat kembali berlangsung secara optimal.

Pada kesempatan yang sama, Adi Cahyono menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam mendukung arahan Presiden terkait swasembada pangan, sekaligus memperkuat pengembangan dan hilirisasi komoditas perkebunan.

Ia menyebut Sangihe memiliki sejumlah komoditas potensial yang dapat terus dikembangkan, terutama kelapa, pala dan sagu.

“Harapan kita dengan program hilirisasi ini, kita bisa menumbuhkembangkan komoditas perkebunan di wilayah Indonesia, khususnya Sangihe yang memiliki potensi besar,” kata Adi.

Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi petani, memperkuat kemandirian pekebun serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Untuk komoditas hortikultura seperti cabai, tomat dan sayuran yang juga dikembangkan masyarakat Sangihe, Adi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Hortikultura guna melihat potensi pengembangannya.

“Kalau memang ada potensi besar, nanti kita sampaikan ke Dirjen Hortikultura untuk potensi-potensi yang bisa dikembangkan dan kalau memungkinkan bantuan dapat disampaikan ke sini,” ujarnya.

Adi juga memastikan peluang mendapatkan program bantuan terbuka bagi kelompok tani di berbagai wilayah Sangihe, termasuk kawasan kepulauan dan daerah terluar, selama memenuhi persyaratan calon petani dan calon lokasi (CPCL).

“Semua bisa, sepanjang calon petani dan calon lokasi itu ada,” katanya.

Untuk memperoleh dukungan tersebut, pemerintah daerah perlu mengusulkan kebutuhan melalui mekanisme e-proposal. Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian didorong aktif memetakan kebutuhan petani dan mengajukannya kepada pemerintah pusat.

Adi bahkan membuka peluang agar program serupa dapat dilanjutkan pada 2027, dengan mempertimbangkan keberhasilan pelaksanaan bantuan tahun 2026.

Bupati Michael Thungari turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Sangihe yang dinilai telah membangun koordinasi dengan Kementerian Pertanian hingga program tersebut dapat direalisasikan.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus diperkuat sehingga dukungan pemerintah pusat terhadap sektor perkebunan Sangihe berlanjut pada tahun-tahun mendatang.

“Kita tetap mengharapkan bantuan yang seperti ini di tahun-tahun mendatang. Ini betul-betul bantuan kelas Kementerian,” kata Thungari.

Pemkab Sangihe, lanjutnya, akan terus membangun sinergi bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, penyuluh pertanian, kelompok tani dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan petani mendapat pendampingan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan kondisi iklim.

“Kepada seluruh petani penerima bantuan, saya mengucapkan terima kasih atas ketekunan dan kerja keras yang selama ini terus menjadi penggerak ekonomi di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Mari kita kawal program bantuan ini agar memberikan manfaat dan perubahan nyata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Sangihe Tendris Bulahari, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Perindag, Plt Kepala KUPP Kelas II Tahuna, Kepala Balai Karantina serta pengurus dan anggota kelompok tani penerima bantuan.(Moy)