MONITORSULUT,MANADO – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI)
Sulawesi Utara, Joko Supratikto
memaparkan perkembangan terkini perekonomian daerah dalam kegiatan Refreshment Wartawan yang digelar Kamis (26/02).
Dalam pemaparannya, Joko Supratikto menyoroti kinerja sejumlah lapangan usaha yang menopang pertumbuhan ekonomi hingga triwulan IV 2025.
Dari sisi lapangan usaha, ekonomi Sulut pada triwulan IV 2025 terutama ditopang oleh sektor transportasi dan pergudangan serta perdagangan.
Momentum libur akhir tahun dan perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi pendorong utama meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.
Data menunjukkan, sektor transportasi tumbuh signifikan dari 6,72 persen (yoy) pada triwulan III 2025 menjadi 12,46 persen (yoy) pada triwulan IV 2025.
Peningkatan ini sejalan dengan melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara yang pada Desember 2025 tercatat naik hingga 71,34 persen (yoy).
Sementara itu, sektor perdagangan juga mengalami akselerasi dari 4,40 persen (yoy) menjadi 6,72 persen (yoy).
Pertumbuhan tersebut dipicu peningkatan permintaan barang dan jasa selama periode akhir tahun.
Di sisi lain, sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar terhadap struktur PDRB Sulut, yakni sekitar 19,75 persen, mengalami perlambatan.
Pertumbuhannya turun dari 5,74 persen (yoy) pada triwulan III menjadi 3,08 persen (yoy) pada triwulan IV 2025. Perlambatan ini dipengaruhi terbatasnya produksi akibat penurunan luas panen padi serta melemahnya Nilai Tukar Petani (NTP) tanaman pangan.
Sektor industri pengolahan juga mencatat perlambatan dari 12,41 persen (yoy) menjadi 8,98 persen (yoy), seiring penurunan volume ekspor pada komoditas unggulan berbasis minyak nabati.
Adapun sektor konstruksi menunjukkan perbaikan, tumbuh dari 0,20 persen (yoy) menjadi 1,41 persen (yoy), didorong peningkatan kredit investasi pada berbagai proyek yang berlokasi di Sulut.
Dari sisi pembiayaan, kredit perbankan masih terkonsentrasi pada sektor perdagangan dan pertambangan. Namun, BI menilai sektor pertanian sebagai lapangan usaha utama PDRB masih memiliki ruang penguatan pembiayaan, dengan tetap memperhatikan manajemen risiko.
“Ke depan, sinergi kebijakan dan dukungan pembiayaan yang tepat sasaran menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sulut tetap solid,” ujar Joko.
Menurut Joko,BI memastikan akan terus memantau dinamika sektor riil dan pembiayaan guna menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
(Yulia)






