MONITORSULUT—– Mobil niaga di Indonesia selama ini identik dengan fungsi dan efisiensi, tapi Toyota Hilux Rangga datang menawarkan pendekatan berbeda kekuatan visual. Mobil angkut bukan lagi sekadar ‘kuli panggul’, tapi juga simbol gaya dan performa.
Dengan tampilan bonnet yang kekar dan desain kotak yang mencolok, Hilux Rangga menjungkirbalikkan persepsi lama terhadap kendaraan pekerja.
Tatag Nur Pratiknyo, pengusaha plafon premium dari Magelang, menjadi pembeli pertama Hilux Rangga di zona Kedu Raya dan menyebut mobil ini sebagai “pengubah citra mobil pekerja.”
“Desainnya beda dari pick up lainnya. Lebih santai tapi tetap garang. Cocok buat usaha kami yang butuh prestise,” ujar Tatag.
Dibekali mesin diesel 2.4 liter dan transmisi manual 6-speed, kendaraan ini bukan hanya gagah, tapi juga fungsional. Daya angkut bisa dimaksimalkan, bahkan pernah membawa beban dua ton lebih saat melintasi medan berat menuju Desa Suwanting di kaki Merbabu.
Platform IMV yang digunakan sama seperti Toyota Fortuner dan Innova membuktikan bahwa Hilux Rangga bukan mobil pekerja biasa. Ditambah dengan fitur ABS dan EBD, serta kabin yang tetap nyaman, kendaraan ini menciptakan kelas baru: “stylish utility vehicle.”
“Dari sisi desain, fungsionalitas, dan fleksibilitas, Rangga itu seperti SUV pekerja. Tangguh tapi tetap modis,” ungkap Devi dari Nasmoco Magelang.
Hilux Rangga menandai babak baru evolusi mobil niaga di Indonesia. Bukan hanya tentang berapa banyak muatan yang bisa dibawa, tapi juga bagaimana tampilan kendaraan bisa mengangkat identitas dan nilai usaha.
(Yulia Pricilia*)
