MONITORSULUT,MINAHASA UTARA —Komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan dalam proses hilirisasi mineral kembali ditegaskan dalam forum Green Press Community 2026, yang di selenggarakan oleh SIEJ, di Sutan Raja Hotel,Sabtu (07/02).
Kegiatan ini menyoroti peran strategis jurnalis dalam mengawal rantai pasok mineral agar hanya bersumber dari praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Dalam diskusi yang mengangkat tema “Jurnalisme Melindungi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil”,
J. Philips Makarawung, External Relation Representative Huayou Indonesia, menekankan pentingnya penerapan Good Mining Practice sebagai fondasi utama hilirisasi mineral nasional.
Jurnalis dinilai memiliki posisi kunci untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan pada keberlanjutan lingkungan dan masyarakat terdampak.
Philips juga menyoroti konsep Responsible Mineral Initiative sebagai langkah strategis menuju masa depan berkelanjutan. Inisiatif tersebut mendorong pengawasan ketat terhadap rantai pasok mineral, mulai dari hulu hingga hilir, agar sejalan dengan prinsip perlindungan lingkungan, hak masyarakat lokal, dan ekosistem pesisir.
sementara para peserta sepakat bahwa penguatan kapasitas jurnalis dalam isu lingkungan dan pertambangan sangat penting, terutama di tengah masifnya pembangunan industri hilirisasi.
Melalui pemberitaan yang kritis, berimbang, dan berbasis data, media diharapkan mampu menjadi penjaga kepentingan publik serta pengawal keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.
Green Press Community 2026 menjadi ruang kolaborasi antara media, pemangku kepentingan, dan masyarakat sipil untuk memperkuat peran pers dalam menciptakan masa depan industri mineral yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
(yulia)
